Penelitian Dosen
Sinkronisasi Timing Pengapian Busi Terhadap Sudut Derajat BTDC Kompresi Piston Pada Mesin Sepeda Motor
Pada manajemen timing pengapian sistem CDI mesin kenderaan sepeda motor gerak lintasan
indikator panjang tonjolan mengitari magnet pulser yang seiring putaran rotor membentuk
jangkauan/range sudut derajat BTDC (before top dead center) kompresi piston yang berada
dalam silinder mesin. Dimana posisi lintasan panjang tonjolan di titik sudut derajat BTDC
parameter Ɵ(BTDC) pada putaran rotor parameter ω(rotor) menentukan lama timing pengapian
busi parameter t(ignition). Tujuan penelitian menganalisis perubahan indikator panjang tonjolan
seiring perubahan putaran rotor menghasilkan sinkronisasi lama timing pengapian busi sudut
derajat BTDC kompresi piston. Metodologi penelitian sinkronisasi lama timing pengapian
busi terhadap posisi titik sudut derajat BTDC saat terjadi perubahan parameter rpm rotor
ω(rotor) dinyatakan dengan persamaan t(ignition) = fungsi (Ɵ(BTDC), ω(rotor)). Hasil penelitian
penetapan sudut derajat BTDC di titik Ɵ(7,8
o
.BTDC) = 7,8 derajat BTDC kompresi piston pada
putaran ω(rotor) = 1000 rpm menghasilkan lama t(ignition.7,8
o) = 4,333 mS, kemudian pada
perubahan putaran menjadi nilai maksimum sebesar ω(rotor)max. = 10.000 rpm menghasilkan
t(ignition.7,8
o) menjadi sebesar 0,13 mS. Selanjutnya penetapan nilai sudut derajat BTDC di titik
sudut Ɵ(11,7
o
.BTDC) = 11,7 derajat BTDC kompresi piston perubahan putaran ω(rotor) = 1000
rpm mencapai maksimum sebesar 10.000 rpm menghasilkan perubahan lama timing
pengapian t(ignition.11,7
o) sebesar 4,333 mS menjadi 0,13 mS. Kesimpulannya pada penetapan
titik sudut 7,8 derajat BTDC kompresi piston, maka ketika terjadi perubahan putaran rotor
menyebabkan perubahan lama timing pengapian busi. Penetapan nilai titik sudut 7,8 derajat
BTDC kompresi piston yang berada dalam silinder mesin disebut timing pengapian busi
terjadi pada titik sudut 7,8 derajat BTDC kompresi piston yang berada dalam ruang bakar
silinder mesin.
Tidak tersedia versi lain