Penelitian Dosen
PENGARUH ZEOLIT DAN BENTONIT DALAM PEMURNIAN CRUDE RICE BRAN OIL
Pada penelitian ini dilakukan proses pemurnian crude rice bran oil. Langkah pemurnian
dilakukan beberapa tahap, yaitu proses degumming, netralisasi, dan adsorpsi. Parameter yang
diukur adalah bilangan asam, bilangan iodin, bilangan peroksida, dan komposisi asam lemak.
Proses degumming menggunakan asam fosfat yang divariasikan (6, 9, 12)%. Dari hasil analisis
yang ditunjukkan pada minyak hasil degumming, bilangan asam, bilangan peroksida, dan
bilangan iod menghasilkan nilai (6.64-11.54)%, (2.36-10)mgek/kg, (73.42-126.45)gram
I2/gram minyak. Hasil pemurnian yang terbaik menghasilkan bilangan asam 6.60%, bilangan
peroksida 9.77 mgek/kg, dan bilangan iod 126.45 gram I2/gram minyak. Untuk tahap
berikutnya, proses netralisasi menggunakan konsentrasi asam fosfat 9%. Kemudian dilanjutkan
dengan proses adsorpsi dengan menggunakan dua jenis variasi adsorben, yaitu zeolit dan bentonit. Parameter yang diukur pada proses adsorpsi adalah komposisi asam lemak tak jenuh
yang terkandung dalam minyak. Dari kedua jenis adsorben tersebut, persentase komposisi asam
lemak tak jenuh paling banyak terdapat pada minyak hasil pemurnian dengan adsorben bentonit
dengan nilai 42.6%. Namun, kedua jenis adsorben baik zeolit maupun bentonit memberikan persentase nilai komposisi asam lemak yang hampir mendekati atau sama, sehingga kedua jenis adsorben tersebut dapat digunakan sebagai adsorben pada proses pemurnian minyak dedak padi. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pemakaian adsorbent zeolit atau bentonit dapat digunakan untuk pemurnian CRBO..
Tidak tersedia versi lain