VENTZA BRILIANTY - Nama Orang;
PT. Deqha Elcomindo adalah merupakan industri jasa kontraktor mekanik dan elektrikal
peralatan listrik. Banyaknya project pada PT. Deqha Elcomindo menimbulkan beberapa kendala
dalam procurement terhadap lead time, banyaknya permintaan yang masuk menyebabkan lead
time yang dibutuhkan dalam proses tertentu cukup lama. Hal tersebut diakibatkan karena masih
adanya aktifitas yang tidak memberikan nilai tambah dan tergolong dalam pemborosan (waste). maka penerapan metode Value Stream Mapping dan Waste Assesment Model agar dapat
mengoptimalkan kinerja procurement dan diharapkan dapat mengurangi pemborosan yang terjadi
pada procurement di PT. Deqha Elcomindo. Waste Assessment Model (WAM) yang terdiri dari
Waste Relationship Matrix (WRM) dan Waste Assessment Questionnaire (WAQ) digunakan untuk
mengetahui waste yang paling dominan pada tahap identifikasi. Berdasarkan hasil pengolahan
data, diperoleh waste yang dominan adalah overprocess, waiting, dan motion Rekomendasi
perbaikan yang diberikan adalah. dengan membuat checklist purchase request (PR) untuk
mengetahui material apa saja yang dibutuhkan dengan spesifikasinya sehingga bagian
procurement dapat melakukan proses selanjutnya. Melakukan checkpoint dengan melihat historis
pembelian material sebelumnya, dan menanyakan update harga material ke vendor, sehingga
proses ini tidak berlangsung lama. Hasil evaluasi rekomendasi diperoleh penurunan production
lead time sebesar 8 hari, usulan perbaikan ini meningkatkan nilai Process Cycle Efficiency (PCE)
sebesar 13.64% (dari 36.36% menjadi 50.00%).
Kata Kunci :Value Stream Mapping, Lead Time, Procurement, Waste, WAM, VALSAT, PCE.
| # | Lokasi | No. Panggil | Kode Eksemplar | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Perpustakaan ITI | TI 2020 009 | TI2020009 | Tersedia |
| 2 | Perpustakaan ITI | TI 2020 009 | TI2020009-CD | Tersedia |
Tidak Ada Data