Printed Book
PENGARUH FORMULA JELLY DRINK TERONG BELANDA (SOLANUM BETACEUM CAV.) PADA DAYA TERIMA PANELIS
Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) sudah mulai banyak dibudidayakan di
Indonesia dan buahnya mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan, akan tetapi
pemanfaatan khususnya sebagai produk olahan masih belum optimal. Salah satu alternatif
pemanfaatan buah terong belanda yaitu diolah menjadi jelly drink. Jelly drink adalah produk
minuman yang berbentuk gel, dan memiliki karakteristik berupa cairan kental yang konsisten
dengan kadar air tinggi dan mudah disedot. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula
yang menghasilkan jelly drink terong belanda yang disukai panelis. Bagian formula jelly drink
terong belanda yang dijadikan perlakuan pada penelitian ini adalah perbandingan buah dengan
air, perbandingan konsentrasi karagenan dengan konjak, sukrosa dan air. Penelitian ini
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktorial. Faktor pertama (A) adalah
perbandingan buah dengan air 1:3 (a1), 1:4 (a2), dan 1:5 (a3), dan faktor kedua (B) adalah
perbandingan konsentrasi karagenan dengan konjak, yaitu 0,05%:0,15% (b1), 0,1%:0,1% (b2) dan
0,15%:0,05% (b3). Analisis yang dilakukan meliputi uji organoleptik yaitu tekstur, rasa, warna
dan aroma; uji kimia yaitu kadar sukrosa, kadar vitamin C dan pH; uji fisik yaitu nilai viskositas
dan sineresis. Hasil terpilih dari uji kesukaan jelly drink terong belanda adalah perbandingan
buah dengan air (1:5), dan perbandingan konsentrasi karagenan dengan konjak sebesar
0,15%:0,05%. Jelly drink terong belanda hasil formula terpilih mendapat nilai kesukaan pada
tekstur 3,03 (netral-suka), rasa 3,0 (netral), warna 3,40 (netral-suka), dan aroma 3,23 (netralsuka). Hasil uji kimia dan fisik jelly drink terpilih yaitu kadar sukrosa 15,92%, pH 4,37, kadar
vitamin C 12,1 mg/100 g, viskositas 786,3 cp dan sineresis sebesar 3,03%.
Tidak tersedia versi lain