ANALISA PERBANDINGAN METODE TOP-DOWN DENGAN BOTTOM UP PEMBANGUNAN TUNNEL PENGHUBUNG GEDUNG PARKIR DITINJAU DARI SEGI BIAYA DAN WAKTU | Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia
Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia

Collection Detail

No image available for this title
Tugas Akhir Sarjana

ANALISA PERBANDINGAN METODE TOP-DOWN DENGAN BOTTOM UP PEMBANGUNAN TUNNEL PENGHUBUNG GEDUNG PARKIR DITINJAU DARI SEGI BIAYA DAN WAKTU

SUKENDAR KUSUMA WARDANA - Nama Orang;

Pada Pelaksanaan proyek konstruki dibutuhkan metode konstruksi yang tepat, agar tercapainya mutu, biaya dan waktu yang sesuai. Metode yang paling sering digunakan pada suatu proyek adalah metode bottom-up yang dimulai dari pembuatan pondasi atau penggalian tanah (dengan kedalaman yang direncanakan). Akan tetapi pada metode ini jadwal pelaksanaan proyek menjadi lebih panjang karena pekerjaan lainnya baru bisa dimulai setelah pekerjaan galian selesai. Seiring dengan berkembangnya teknologi dibidang konstruksi, muncul metode baru yang dapat digunakan yaitu metode top-down. Metode top-down tidak dimulai dari lantai basement paling bawah (dasar galian), melainkan dimulai dari pelat lantai satu (ground level atau muka tanah). Kelebihan dari metode ini adalah Pekerjaan struktur bawah bisa simultan dengan pekerjaan struktur atas sehingga waktu pelaksanaan menjadi lebih singkat. Setiap proyek mempunyai keunikan tersendiri, sehingga terdapat perbedaan harga,metode dan waktu pelaksanaan. Karena itu dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menentukan metode apa yang tepat digunakan pada proyek yang diteliti.
Pada tugas akhir ini Tunnel penghubung gedung pondok indah mall3 sebagai objek penelitian, adapaun hal yang dilakukan adalah dengan melakukan studi pustaka, pengumpulan data,analisa metode pelaksanaan, perhitungan kebutuhan material dan alat, analisa produktivitas, durasi pekerjaan serta analisa perhitungan biaya. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pengguaan metode top-down memerlukan biaya Rp 6,732,782,623.71,- atau Rp 232,164,918.06,-/m’ dengan durasi 199 Hari atau 7 hari/m’. sedangkan metode bottom up memerlukan biaya Rp 9,956,553,989,- atau Rp Rp 343,329,447,-/m’ dengan durasi 246 hari atau 8 hari/m’.

Ketersediaan
#LokasiNo. PanggilKode EksemplarStatus
1Perpustakaan ITISP 2020 20SP2020020Tersedia
2Perpustakaan ITISP 2020 20SP2020020-CDTersedia
Informasi Detail
Judul Seri -
No. Panggil SP 2020 20
Penerbit TEKNIK SIPIL (2020)
Deskripsi Fisik -
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN -
Klasifikasi NONE
Tipe Isi -
Tipe Media -

Chat via WhatsApp
Menu