PRA RANCANGAN PABRIK NANOFIBRILLATED CELLULOSE DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT | Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia
Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia

Collection Detail

PRA RANCANGAN PABRIK NANOFIBRILLATED CELLULOSE DARI LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

KHUMAEROH - Nama Orang; NAUFAL ROZIN ALBANA - Nama Orang;

Nanofibrillated Cellulose (NFC) adalah bahan yang digunakan untuk beberapa aplikasi
industri, seperti pelapisan, filler penguat polimer, aditif untuk produk-produk biodegradable, dan
additive pada kertas. NFC merupakan selulosa berukuran nano yang berbentuk fibril yang dibuat
dengan beberapa metode. Salah satu metode yang digunakan adalah metode AVAP (American
Value Added Pulping) yang merupakan metode dengan perlakuan awal reduksi ukuran bahan baku
yang dilanjutkan dengan proses utama fraksinasi dan diakhiri dengan proses pemurnian produk.
Proyeksi konsumsi NFC Indonesia pada tahun 2021 sebesar 5.953.000 ton/tahun, sedangkan impor
250.000 ton/tahun. Terdapat kesenjangan supply dan demand sebesar 5.703.000 ton/tahun yang
merupakan peluang pasar NFC di Indonesia. Dengan pertimbahan sumber bahan baku yang
tersedia dari PT Bukit Maju Sawit yang dapat menghasilkan NFC sebesar 10.000 ton/tahun dan
mempertimbangkan kapasitas ekonomis pabrik yang sudah ada, maka ditetapkan kapasitas pabrik
NFC sebesar 10.000 ton/tahun. Pabrik NFC didirikan di di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi
Selatan dekat dengan sumber bahan baku dengan pertimbangan bahan baku yang digunakan
mudah rusak. Adapun kebutuhan sarana penunjang pada pabrik NFC antara lain : kebutuhan air
sebesar 10.124 m3
/Batch, kebutuhan bahan bakar solar adalah 207 liter/Batch, dan kebutuhan
listrik sebesar 383 kW/Batch. Bentuk badan hukum dari perusahaan ini adalah perseroan terbatas
(PT) dengan nama PT. Nanofiber Nusantara dengan jumlah karyawan sebanyak 140 karyawan.
Hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :
a. Total Modal Investasi = Rp 546.340.918.806
Modal sendiri (63,40%) = Rp 346.340.918.806
Pinjaman Bank (36,60%) = Rp 200.000.000.000
b. IRR (Internal Rate of Invesment) = 38,29%
c. MPP (Minimal Payback Period) = 3 tahun 7 bulan 6 hari
d. Net Cash Flow at Present Value = Rp 1.090.032.030.692
Berdasarkan hasil analisa ekonomi diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa Pabrik
Nanofibrillated Cellulose (NFC) layak untuk didirikan (Feasible).
Kata Kunci : Nanofibrillated Cellulose, Selulosa, Aditif

Ketersediaan
#LokasiNo. PanggilKode EksemplarStatus
1Perpustakaan ITITK 2020 027TK2020027Tersedia
2Perpustakaan ITITK 2020 027TK2020027-CDTersedia
Informasi Detail
Judul Seri -
No. Panggil TK 2020 027
Penerbit TEKNIK KIMIA (2020)
Deskripsi Fisik -
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN -
Klasifikasi NONE
Tipe Isi -
Tipe Media -

Chat via WhatsApp
Menu