USULAN PENERAPAN PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK ULTHT19 30 DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING DI PT.KURABO MANUNGGAL TEXTILE
Persediaan merupakan kelompok asset yang paling besar dari seluruh asset perusahaan ,
dengan persentase 40% dari persentase tersebut kegiatan pengendalian persediaan merupakan
kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam proses kegiatan operasional perusahaan,
oleh karena itu perlunya perencanaan pengendalian persediaan yang efektif agar dapat meminimalisir
biaya yang dihasilkan dari proses penanganan bahan baku. Metode Material requirement planning
dapat digunakan untuk menentukan jumlah dan kapan komponen diperlukan sesuai dengan Jadwal
Induk Produksi , dengan adanya komponen ini, maka proses pembelian bahan baku kembali yang
diperlukan dapat ditentukan sesuai dengan rencana produksi kedepanya sehingga dapat
meminimumkan biaya yang dikeluarkan karena timbulnya penimbunan barang yang lebih untuk
mengatasi melonjaknya permintaan di suatu periode tertentu. Dengan menggunakan berbagai teknik
lotsizing lalu membandingkannya dengan biaya pengadaan terendah dari metode tersebut. Metode
peramalan yang digunakan untuk memproyeksikan permintaan yang akan teradi pada periode
selanjutnya digunakan metode peramalan MA,WMA,SES, dan Decomposition dari data historis
perusahaan selama satu tahun, dan metode yang digunakan pada proses peramalan adalah metode
Weighted Moving Average (WMA) dengan jumlah hasil ramalan produk ULTHT19 30 = 13794 (Bale)
untuk satu tahun didapat kebutuhan bahan baku pertahunnya adalah Rayon Viscose Argan = 125994
(kg) , Rayon Viscose = 627480 (kg), Cotton Acrylic = 1752000 (kg), setiap kebutuhan produksinya
bahan baku Rayon Viscose Arga dibutuhkan sebanyak 5% , bahan baku Rayon Viscose dibutuhkan
sebanyak 25%, bahan baku Cotton acrylic dibutuhkan sebanyak 70% untuk menjadikan benang
ULTHT19 30. Berdasarkan hasil perhitung Material Requirement Planning dengan menggunakan lima
metode Lotsizing didapat bahwa pengadaan baku Rayon Viscose Argan yang menghasilkan biaya
terendah dengan menggunakan metode Silver Meal, pengadaan baku Rayon Viscose yang
menghasilkan biaya terendah dengan menggunakan metode Part period balancing, , dan pengadaan
baku Cotton Acrylic yang menghasilkan biaya terendah dengan menggunakan metode Lot for lot.
Tidak tersedia versi lain