PERANCANGAN GEDUNG CREATIVE HUB DI KOTA TANGERANG SELATAN DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU
Creative Hub merupakan sebuah fasilitas untuk mengembangkan ekonomi kreatif,
dimana terdapat kegiatan pengembangan produk ekonomi kreatif, pelatihan, serta tempat untuk
berkumpul bagi pelaku ekonomi kreatif dari berbagai bidang. Perkembangan ekonomi kreatif
juga dirasa pesat di Tangerang Selatan. Subsektor ekonomi kreatif yang sangat tinggi pelakunya
adalah di bidang Kuliner, Kriya dan Fashion. Sedangkan terdapat beberapa subsektor yang
memiliki angka yang sedang berkembang sehingga dibutuhkan dorongan untuk mengoptimalkan
subsektor-subsektor tersebut, yaitu Film, Arsitektur & Desain Interior, Musik. Dan kurangnya
tempat yang mewadahi kegiatan ekonomi kreatif. Oleh karena itu perlu adanya wadah khusus,
dimana wadah ini menjadi tempat sinergi dan kolaborasi kerajinan. Kota Tangerang Selatan telah
memantau lingkungan udara dan memiliki data sendiri terkait tingkat polusi udara berdasarkan
beberapa parameter. Kualitas lingkungan udara di Kota Tangerang selatan dalam kondisi di
bawah batas, artinya masih baik. Ini juga menjadi masukan untuk lebih meningkatkan kawasan
hijau dan menjaga kualitas udara. Metode pengumpulan data pada karya tulis ini adalah melalui
studi dokumen, obserpasi, wawancara, daring, dan studi literatur. Lalu di analisis dengan metode
deskriptif. Hasil analisis merupakan konsep dan strategi perancangan yang akan digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan gedung creative hub. Perancangan gedung creative hub di Kota
Tangerang Selatan bertujuan merancang sebuah Creative Hub yang memiliki fasilitas dan
arsitekturalnya menyesuaikan karakteristik pengguna sehingga akan timbul kenyamanan
masyarakat pada bangunan tersebut. Selain itu, dapat menjadi sebuah Creative Hub dengan
pendekatan arsitektur hijau yang dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk
berkegiatan dan menjadi produktif.
Kata kunci: ekonomi kreatif di Indonesia, creative hub, arsitektur hijau.
Tidak tersedia versi lain