Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK GLISEROL MONOSTEARAT DENGAN KAPASITAS 270.000 TON/TAHUN
Perkembangan industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia pada saat ini berkembang cukup pesat, pertumbuhannya mencapai dua persen setiap tahunnya. Industri mamin hampir tidak dipengaruhi oleh dampak pandemik yang sedang berlangsung hampir di seluruh permukaan dunia. Salah satu jenis industri mamin yang tumbuh dengan pesat adalah industri makanan roti dan kue, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 10% per tahunnya.
Dengan pertumbuhan yang relatif besar ini, secara langsung akan berdampak pada kenaikan kebutuhan bahan pendukung, salah satunya adalah gliserol monostearat (GMS) sebagai bahan emulsifier pada roti. Pemakaian GMS pada roti sebesar 1,5% untuk setiap kilogram roti mengakibatkan mengalami kenaikan yang cukup besar, yaitu 27,7% untuk tiap tahunnya.
Pabrik GMS berkapasitas 270.000 ton pertahun ini direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Gresik Jawa Timur dan akan didirikan pada tahun 2020 dan akan berproduksi pada tahun 2023, dengan mempergunakan bahan baku utama asam stearat dan gliserol yang dipasok oleh PT Wilmar Nabati. GMS diproduksi melalui reaksi esterifikasi pada suhu 260oC dan 11 atm dengan besar konversi 92%. Pemurnian GMS dari hasil reaksi seperti sisa asam, gliserol dan lainnya dilakukan dengan destilasi pada kondisi vakum dengan tekanan 0,0066 atm dengan komposisi GMS mencapai 93%. Kebutuhan air sebesar 11,289 m3 per jam dipasok dari air kawasan industri, listrik dipasok dari PLN sebesar 1.047,34 kWh, nitrogen 215,01 kg per jam, bahan bakar berupa solar sebesar 7,398 m3 per jam, Dowtherm Q sebesar 297,243 m3/jam, serta udara 69.686,342 m3/jam.
Perusahaan dengan nama PT Razan Nabati Indonesia berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang direktur, dibantu 5 manajer dengan jumlah karyawan 165 orang, memiliki total modal investasi (TCI) sebesar Rp 5,365 triliun dengan struktur permodalan 78,67 % modal sendiri atau Rp 4,220 triliun dan 21,33 % atau Rp 1,144 triliun berupa pinjaman dari bank. Berdasar hasil analisis ekonomi, diantaranya pembangunan konstruksi selama dua tahun yaitu tahun 2021-2023, suku bunga pinjaman korporasi Bank sebesar 9,80%, jangka waktu pinjaman selama 5 tahun, dengan grace period selama 1 tahun dan break event point (BEP) di tahun pertama 58,17 %, memberikan Net Cash Flow at Present Value (NCFPV) bertanda positif sebesar Rp 10,105 triliun, Internal Rate of Return (IRR) 35,55 % dan Minimum Payback Period (MPP) selama 4 tahun 2 bulan, sehingga pabrik ini layak dirikan.
Tidak tersedia versi lain