Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK SODIUM FORMALDEHYDE SULFOXYLATE (SFS) KAPASITAS PRODUKSI 5.000 TON/TAHUN
Sodium Formaldehyde Sulfoxylate (SFS) merupakan salah satu agen pereduksi dan juga sebagai agen bleaching untuk industri tekstil. Proses dyeing dan bleaching di industri membutuhkan garam yang cukup besar untuk memudahkan terjadinya adsorpsi zat warna ke dalam serat. Selain di industri tekstil, aplikasi lain Sodium Formaldehyde Sulfoxylate di antaranya yaitu polimerisasi emulsi, zat penghilang warna yang sangat baik, antioksidan dalam pengembangan farmasi dan penangkal logam berat tetapi juga digunakan sebagai pengatur yang efektif dalam banyak reaksi organik terutama dalam rekasi redoks sebagai zat pereduksi yang kuat.
Saat ini, belum adanya produksi Sodium Formaldehyde Sulfoxylate. Sehingga kebutuhan Sodium Formaldehyde Sulfoxylate di penuhi dari sektor impor. Dari data Badan Pusat Statistik, sektor impor mencapai 10.283 ton. Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup besar untuk sektor impor. Sodium Formaldehyde Sulfoxylate di fokuskan untuk Industri Tekstil. Dengan meningkatnya Industri Tekstil maka kebutuhan Sodium Formaldehyde Sulfoxylate juga semakin meningkat. Kebutuhan sodium formaldehyde Sulfoxylate di Indonesia sudah tercukupi, sehingga pabrik ini didirikan untuk meningkatkan nilai ekspor dan mengurangi impor.
Pabrik Sodium Formaldehyde Sulfoxylate direncanakan akan didirikan di kawasan Industri Cilegon, Banten dengan kapasitas produksi 5.000 ton/ per tahun. Tahap konstruksi dimulai pada tahun 2023 dan akan produksi secara komersial pada tahun 2024. Proses produksi melalui reaksi pembentukan zinc dithionite dengan bahan baku zinc, gas sulfur dioksida dan air. Produksi sodium formaldehyde sulfoxylate antara lain reaksi pembentuakn zinc dithionite, reaksi pembentukan zinc formaldehyde sulfoxylate dan reaksi pembentukan sodium formaldehyde sulfoxylate. Proses produksi dilakukan dalam sistem batch.
Dalam prosesnya, pabrik ini memerlukan sarana penunjang (utilitas) diantaranya yaitu kebutuhan air sebesar 11,97m3 per jam. Kebutuhan air berasal dari air kawasan Krakatau Tirta. kebutuhan listrik sebesar 4955 kWh. Kebutuhan listrik berasal dari PT. PLN Banten dan kebutuhan bahan bakar sebesar 6,13 m3 per hari. Bahan bakar yang digunakan yaitu solar.
Pabrik ini berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) degan struktur organisasi yang dipakai adalah garis dan staff. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur utama dengan jumlah karyawan 125 orang. Berdasarkan analisa ekonomi yang didirikan, pabrik ini layak untuk didirikan berdasarkan analisa yang diperoleh :
1. Total Modal Investasi : Rp 1.002.479.700.000,-
2. Modal sendiri : Rp 833.432.500.000,-
3. Pinjaman bank : Rp 169.047.200.000,-
4. Break Even Point : 31 %
5. Minimum Payback Period : 4 tahun 9 bulan 11 hari
6. Internal Return ratio : 30,33 %
Tidak tersedia versi lain