Tugas Akhir Sarjana
ANALISIS POTENSI KECEPATAN ANGIN YANG DITIMBULKAN OLEH TRUK-TRUK DI JALAN SILIWANGI TANGERANG SELATAN BANTEN DALAM PERENCANAAN MINI PLTB ATAU MIKRO PLTB.
Angin disebabkan oleh pemanasan atmosfer yang tidak merata oleh matahari, variasi permukaan bumi, dan rotasi bumi.Turbin angin tidak menghasilkan listrik sepanjang waktu. Meskipun angin mungkin tersedia sebanyak 70%, sering kali tidak cukup kuat untuk mengoperasikan turbin angin dengan kapasitas penuh. Kombinasi dari tidak adanya angin dan kekuatan angin yang tidak mencukupi berarti bahwa bahkan di lokasi yang baik, turbin angin selama satu tahun hanya akan menghasilkan sekitar 30% dari jumlah yang dapat dihasilkannya dalam angin kencang yang konstan. Area yang baik mungkin memiliki faktor kapasitas 35%. Artinya turbin tersebut rerata sampai diperoleh dengan 35% dari kapasitasnya selama satu tahun. Terlepas dari masalahnya dengan angin itu sendiri, sebagian energi kinetik angin diubah menjadi energi panas (roda gigi dan poros menjadi panas) dan energi bunyi (bilah, roda gigi, dan poros mengeluarkan suara saat berputar). Data kecepatan angin observasi lapangan dilakukan pengumpulan data secara kumulatif dengan menggunakan alat pengukur kecepatan angin anemometer berjenis GM816 Digital Wind Speed, sehingga kecepatan angin maksimum, dan nilai rerata kecepatan angin dapat diketahui. Data kumulatif kecepatan angin terlihat setelah data kecepatan angin observasi lapangan dihitung dengan rumus mencari nilai maksimum dan rumus mencari nilai rerata menggunakan program microsoft excel setelah itu barulah di dapat kecepatan angin maksimum, dan nilai ratarata kecepatan angin.Setelah melakukan perhitungan optimasi dan analisis maka dapat disimpulkan bahwa rerata kecepatan angin pada jalan Siliwangi Tangerang Selatan Banten dapat menggerakan turbin kincir angin dan sampai diperoleh dengan daya listrik dengan kecepatan rerata diatas 2,0 m/s sampai diperoleh dengan daya berkisar 7-8 watt dari data obserbasi lapangan.
Tidak tersedia versi lain