Tugas Akhir Sarjana
PENGARUH PEMILIHAN IMPELLER PROPELLER PADA PROSES PENCUCIAN GARAM MENGGUNAKAN MIXING TANK DI PTSEIK
Garam industri merupakan salah satu garam dengan permintaan tertinggi dengan kadar NaCl yang mencapai 98.5% sedangkan garam rakyat belum mencapainya yaitu 87-92%. Untuk memenuhi standar garam industri dibutuhkan proses pemurnian garam, dimana salah satunya melalui proses pencucian garam menggunakan mixing tank. Mixing tank merupakan tangki berpengaduk untuk melakukan pencampuran suatu bahan dengan menambahkan bahan lainnya sehingga terbentuk suatu bahan yang seragam. Proses pemurnian garam dilakukan dengan cara mengekstrak pengotor untuk keluar dengan menggunakan pelarut berupa brine water. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bahan yang cocok dalam pembuatan alat Mixing Tank, membandingkan beberapa jenis pengadukan garam yang tepat dalam proses pencampuran garam (pengaduk propeller dan paddle, mendapatkan hasil perbandingan jenis pengaduk yang efektif dengan menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamics). Dari hasil simulasi perbandingan yang dilakukan, jika mixing tank menggunakan pengaduk berjenis baling-baling dengan ketinggian 500 mm dari dasar tangki merupakan yang ideal.
Tidak tersedia versi lain