Tugas Akhir Sarjana
ANALISIS PERBANDINGAN KETINGGIAN PENGADUK PADA PERANCANGAN MIXING TANK DALAM PROSES PENCUCIAN GARAM DI PTSEIK
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil garam yang memanfaatkan air laut sebagai sumber bahan baku. Garam industri merupakan salah satu garam dengan permintaan paling tinggi dengan tingkat minimum kadar NaCl yang terbilang tinggi mencapai 98.5%. Sedangkan garam yang dihasilkan oleh petani garam di Indonesia kadar NaCl yang didapat hanya sebesar 87-92% yang dinamakan garam krosok. Untuk memenuhi standar minimum garam industri perlu dilakukan proses pemurnian garam salah satunya dengan metode hidroektraksi dengan cara mengesktrak pengotor di dalam garam menggunakan perlarut berupa brine water, salah satu alat yang digunakan adalah mixing tank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan pada proses pencampuran garam didalam mixing tank menggunakan pengaduk jenis paddle dengan membandingkan posisi ketinggian pengaduk yang berbeda (500mm, 300mm, 200mm, 100mm) yang di simulasi dengan menggunakan CFD (Computational Fluid Dynamics) pada software Solidworks. Dari simulasi yang telah dilakukan, ketinggian posisi pengaduk dapat mempengaruhi proses pencucian. Jika terlalu tinggi maka banyak garam yang terbuang, jika terlalu rendah terdapat penumpukan garam yang dapat menyebabkan pengaduk bekerja lebih keras. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaduk dengan posisi ketinggian 300 mm dari dasar tangki merupakan yang terbaik karena proses pencampuran yang terjadi tersebar secara merata.
Tidak tersedia versi lain