Tugas Akhir Sarjana
PENGURANGAN BULLWHIP EFFECT PADA RANTAI PASOK DISTRIBUSI BAHAN BAKU PRODUK MINUMAN KOPI MENGGUNAKAN METODE PERIODIC REVIEW (STUDI KASUS DI PT. BERAWAL SEBUAH KATA – JAKARTA)
Dengan adanya penambahan dan pembatalan pemesanan bisa menyebabkan bullwhip effect. Pada penelitian ini didapatkan bahwa forecasting hanya dilakukan oleh pihak retail saja. Sehingga pihak PT. Berawal Sebuah Kata tidak melakukan forecasting. Namun pada kondisi aktual sebenarnya seringkali permintaan end customer lebih tinggi dari forecasting dari retail yang diprediksi. Maka seringkali pihak retail melakukan pembaharuan forecasting dengan melakukan penambahan dan pembatalan pemesanan. Untuk mengantisipasi kekurangan stock dengan menganalisa bullwhip effect dan menentukan safety stock yang optimal maka dilakukan perhitungan dengan metode periodic review. Terlihat pada tabel 5.5 dapat disimpulkan bahwa nilai bullwhip effect sebelum dilakukan perhitungan menggunakan metode periodic review hampir keseluruhan elemen rantai pasok yang diteliti mempunyai nilai BE > 1, hanya retail Kata Kopi Karawaci yang tidak mengalami bullwhip effect dan pada item produk biji kopi blend seluruh retailer. Lalu setelah dilakukan perhitungan menggunakan periodic review PT. Berawal Sebuah Kata mendapatkan stabilitas permintaan sehingga nilai bullwhip effect BE < 1 pada keseluruhan elemen rantai pasok yaitu pada distributor (PT. Berawal Sebuah Kata) dan retailer yaitu Kata Kopi BSD, Kata Kopi Karawaci, Kata Kopi Maspion Plaza, Kata Kopi Sunter dan Kata Kopi Pluit. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada rantai pasok (supply chain) yang di lakukan di PT. Berawal Sebuah Kata antara lain distributor, retailer dan end customer maka ditemukan faktor penyebab timbulnya bullwhip effect disebabkan oleh rationing and shortage game, order batching dan demand forecasting.
Tidak tersedia versi lain