EVALUASI KINERJA TRANS PAKUAN DI KOTA BOGOR (KORIDOR 1: TERMINAL BUBULAK – TERMINAL CIDANGIANG) | Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia
Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia

Collection Detail

No image available for this title
Tugas Akhir Sarjana

EVALUASI KINERJA TRANS PAKUAN DI KOTA BOGOR (KORIDOR 1: TERMINAL BUBULAK – TERMINAL CIDANGIANG)

MUHAMMAD ALJEFI - Nama Orang;

Dalam rencana untuk mewujudkan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor Tahun 2011 – 2031 yaitu dimana menyediakan angkutan umum massal yang terpadu, pemerintah Kota Bogor sudah menyediakan tranportasi massal dengan nama Trans Pakuan pada tahun 2007. Selama 13 tahun beroperasi terdapat masalah, berdasarkan hasil observasi Trans Pakuan sepi penumpang karena kurang diminati oleh pengguna angkutan umum setelah terjadinya perubahan harga tarif di tahun 2014. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pelayanan Trans Pakuan di koridor 1 Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan mengolah data hasil kuisioner menggunakan pivot table, kemudian melakukan analisis pola pergerakan masyarakat terkait sistem angkutan umum, analisis penggunaan lahan terkait pola pergerakan, dan analisis peran Trans Pakuan di Koridor 1. Hasil analisis menunjukan mayoritas masyarakat di sepanjang Koridor 1 bergerak menuju Kelurahan Bubulak, Curugmekar, Kedungbadak dan Baranangsiang dengan jarak tempuh dominan sedang. Pergerakan masyarakat sudah sesuai dengan pola penggunaan lahan yang ada di Koridor 1 dikarenakan di sepanjang jalan Koridor 1 termasuk ke dalam pusat-pusat kegiatan terutama perdagangan dan jasa yang menjadi tujuan berpergian masyarakat. Selain itu peran Trans Pakuan dianggap sebagai transportasi utama karena semua masyarakat di sepanjang koridor 1 mengetahui keberadaan Trans Pakuan dan tingkat penggunaan Trans Pakuan yang tinggi namun menurun setelah harga tarif naik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Trans Pakuan mengalami sepi penumpang karena perubahan load factor akibat harga tarif dan menurunnya jumlah unit kendaraan yang beroperasi menyebabkan headway menjadi lama yaitu sekitar 30 menit jika dibandingkan dengan angkot yang bersaing di jalur koridor 1 yang hanya sekitar 1 menit. Akibat dari turunnya pendapatan yang diterima pihak PDJT semakin sulit mengelola Trans Pakuan hingga akhirnya mengalami berhenti beroperasi.

Ketersediaan
#LokasiNo. PanggilKode EksemplarStatus
1Perpustakaan ITIPWK 2022 002PWK2022002Tersedia
2Perpustakaan ITIPWK 2022 002PWK2022002-CDTersedia
Informasi Detail
Judul Seri -
No. Panggil PWK 2022 002
Penerbit PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA (2021)
Deskripsi Fisik -
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN -
Klasifikasi NONE
Tipe Isi -
Tipe Media -

Tidak Ada Data


Chat via WhatsApp
Menu