Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK METHYL HYDROXYETHYL CELLULOSE DENGAN KAPASITAS 7.000 TON/TAHUN
Dengan adanya pabrik Methyl Hydroxyethyl Cellulose akan memberikan prospek yang baik terutama dibidang industri cat. Sesuai fungsinya, Methyl Hydroxyethyl Cellulose digunakan sebagai zat aditif dalam pembuatan Cat. Pabrik ini direncanakan didirikan di Kawasan Industri Krakatau steel Cilegon, Banten pada tahun 2023. Pemilihan lokasi didasarkan atas ketersediaan bahan baku, sarana transportasi yang memadai serta tenaga kerja yang ada. Pabrik ini akan dioperasikan selama 330 hari dengan kapasitas 7.000 ton/tahun dengan jumlah karyawan sebanyak 97 orang. Bahan baku yang digunakan adalah Cotton Linter, Ethylene Oxide dan Methyl chloride.
Proses pembentukan produk Methyl Hydroxyethyl Cellulose terjadi di dalam reaktor tangki berpengaduk (R-01) dengan treatment awal dibuat vakum 0,05 atm dan ditambah gas Nitrogen inert yang berfungsi untuk mengeluarkan gas/udara yang ada direaktor. Kondisi operasi berlangsung pada suhu 100°C pada tekanan 8,5 atm, Produk dicuci dengan air panas 95℃ sehingga menghasilkan produk dengan kemurnian > 90% sesuai dengan kebutuhan pasar industri cat.
Analisa kelayakan pendirian pabrik menggunakan analisa ekonomi dengan modal total tetap sebesar Rp 643.775.556.029,99 nilai titik impas (BEP) berada pada 43,09% dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 31,70 % dan Minimum Payback Period (MPP) selama 5 tahun 1 bulan , serta nilai Net Cash Flow Present Value (NCFPV) pada bunga bank sebesar 9,95% yaitu Rp1.007.302.967.034 (positif). Sehingga berdasarkan analisis ekonomi diperoleh Pra-Rancangan Pabrik Methyl Hydroxyethyl Cellulose layak didirikan.
Tidak tersedia versi lain