Tugas Akhir Sarjana
ALAT UKUR KADAR AIR DALAM BIJI-BIJIAN MENGGUNAKAN TEKNIK PEMAMPATAN SENSOR RESISTANSI
Indonesia merupakan negara agraris yang menjadikan padi sebagai produk pertanian utama. Kualitas gabah yang merupakan hasil dari tanaman padi bergantung pada kadar air. Oleh karena itu dibuatlah alat ukur kadar air dalam biji-bijian yang terdiri dari sensor resistansi, loadcell HX711, pemroses data kontroler arduino dan penampil hasil pada LCD untuk membantu penentuan kualitas dari produk padi.
Sistem ini menggunakan sensor resistansi yang terdiri dari dua buah plat logam tembaga untuk mendeteksi perubahan hambatan sesuai sampel gabah yang diukur. Sebagai rangkaian pengkondisi sinyal digunakan IC Op-amp LM 358 dengan rangkaian voltage follower dan non-inverting yang akan masuk ke ADC kontroler arduino untuk mengolah data kadar air, dan hasil akhirnya ditampilkan pada LCD karakter 16x2. Sistim ini juga memiliki modul timbangan berupa loadcell dan HX711 sebagai indicator bahwa sistem telah mampat.
Hasil pengukuran alat ukur kadar air gabah yang dibuat bila dibandingkan dengan pengukuran pada Grain Moisture Meter sebagai kalibrator memiliki tingkat keakuratan pengukuran sebesar 97,14% dengan range kadar air pada 11% hingga 30% untuk pengujian dengan sampel gabah sedangkan pengujian dengan sampel biji kacang hijau memiliki tingkat keakuratan sebesar 98,18% dengan range kadar air pada 4% sampai 30%.
Kata kunci: resistansi, Loadcell, HX 711, LM 358, kadar air dalam biji-bijian
Tidak tersedia versi lain