Tugas Akhir Sarjana
IMPLEMENTASI IoT (Internet Of Things) PADA INKUBATOR FERMENTASI TEMPE
Proses fermentasi pembuatan tempe memerlukan suhu antara 310C s/d 330C. Secara tradisional selama ini untuk mengendalikan suhu dan kelembapan masih berdasarkan intuisi dengan menambahkan atau mengurangi ragi serta membuka atau menutup dengan plastik untuk membantu proses fermentasi, juga memerlukan waktu antara 24~40 jam dan masih memungkinkan untuk gagal sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pengrajin. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, pada proses pengendalian suhu dan kelembapan masih mengandalkan intervensi manusia secara berkala dan rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada manusia dalam pengendalian suhu dan kelembaban, mempersingkat waktu pada proses fermentasi, dan mengurangi kegagalan dalam pembuatan tempe dengan inkubator tempe dan menerapkan konsep internet of things (IoT) menggunakan Node MCU32 dan firebase sebagai database realtime.Sensor suhu dan kelembapan sebagai komponen terdepan yang bersentuhan langsung dengan keadaan real menggunakan sensor DHT22 yang memiliki dua fungsi, sekaligus untuk membaca suhu dan kelembapan kemudian dikirim ke Arduino Mega 2560 dengan Bahasa C++ sebagai data acuan untuk menggerakan atau mematikan 6 kipas 12 V Dc dan 1 Heater Spiral. Proses kontrol ini dikonfigurasi full otomatis menggunakan Android App (Creator Kodular). Setelah melalui tahapan pengujian, ditemukan bahwa kontrol suhu dan kelembapan akan bekerja ketika suhu ruangan di bawah 310C dan di atas 330C. Dari hasil pengujian, alat inkubator tempe dapat menghasilkan tempe dengan kualitas baik dengan rata-rata suhu 30,690C dan kelembapan 83,25% serta waktu yang dibutuhkan fermentasi tempe 20 jam.
Kata Kunci: Arduino Mega 2560, Creator Kodular, Fermentasi, Inkubator, Internet of Things,
NodeMCU,SensorDHT22
Tidak tersedia versi lain