Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK POLIMERIK METIL ESTER SULFONAT KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN
Ketersediaan minyak dan gas bumi di Indonesia semakin menipis, sehingga perlu dilakukan metode lain dalam proses pengambilan minyak bumi. Salah satu metode terbaru yang berpotensi untuk mempertahankan produksi minyak bumi adalah dengan menggunakan metode (EOR). Metode EOR yang digunakan yaitu EOR dengan menginjeksikan polimerik surfaktan. Indonesia merupakan negara penghasil minyak sawit terbesar yang merupakan potensi dalam pembuatan surfaktan dari bahan baku minyak sawit. (SMES) merupakan surfaktan yang terbuat dari bahan baku minyak kelapa sawit yang dapat disintesis lebih lanjut dengan polimer sehingga menghasilkan Polimerik Metil Ester Sulfonat (PMES) yang merupakan salah satu jenis polimerik surfaktan. Proses pembuatan PMES dengan mereaksikan SMES dengan Akrilamida sebagai monomer dan ditambahkan Kalium Persulfat yang dinetralkan dengan NaOH sehingga pH diantara 9-10 sebagai inisiator. Proses polimerisasi berlangsung Kebutuhan impor surfaktan di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 59.044.582 kg/tahun sehingga proyeksi kebutuhan surfaktan dari tahun 2016 sampai dengan 2023 akan mengalami kenaikan sebesar 34,33%, yang pada akhirnya kebutuhan surfaktan pada tahun 2023 diperkirakan sebesar 258.252.849 kg/tahun. Kapasitas terpasang pabrik surfaktan yang telah berdiri adalah 100.000 ton/tahun sehingga penentuan kapasitas perancangan pabrik PMES ini sebesar 100.000 ton/tahun yang direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri Tanjung Buton. Pabrik PMES yang akan didirikan memiliki bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT). Perusahaan dipimpin oleh
xi
Direktur dengan jumlah total karyawan sebanyak 102 orang. Pembangunan konstruksi dan instalasi pabrik dilakukan pada 2020 selama dua tahun sehingga pabrik dapat beroperasi pada tahun 2022 dengan Total Modal Investasi (TCI) Rp3.726.569 juta yang terdiri dari Modal sendiri (79%) Rp 2.956.569 juta dan Pinjaman Bank (21%) Rp 770.000 juta. Suku Bunga Pertahun (BRI) 8% dengan angka waktu pinjaman 5 tahun ( 1 tahun). Sehingga dapat diperoleh tahun pertama 40,20%, (IRR) 28,87%, (MPP) 4,257 tahun, (NCF VP) Rp 3.620.470 juta. Berdasarkan hasil analisa ekonomi di atas, serta dengan ditunjang perekonomian Indonesia yang stabil, maka Pabrik PMES yang akan didirikan dengan kapasitas 100.000 ton per tahun layak ( ) didirikan.
Kata Kunci : (EOR), Minyak Kelapa Sawit, Polimerik Metil Ester Sulfonat (PMES)
Tidak tersedia versi lain