Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI TEPUNG JAMUR KAPASITAS 50 TON/TAHUN
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang baik. Jamur tiram merupakan komoditas hasil pertanian yang cepat layu atau rusak bila disimpan terlalu lama karena memiliki kadar air yang cukup tinggi yaitu sekitar 85-90%. Untuk memperpanjang waktu simpan jamur tiram, maka dilakukan pengolahan jamur tiram menjadi tepung.
Tepung jamur tiram memiliki potensi sebagai tepung non-gluten yang dapat menjadi pilihan bagi orang-orang yang mengidap penyakit Celiac (alergi terhadap gluten yang terkandung dalam tepung terigu). Di Indonesia sendiri tepung non-gluten yang berasal dari jamur tiram masih belum diproduksi dalam skala besar. Produksi tepung non-gluten di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 1,9 juta ton. Sedangkan untuk konsumsi tepung non-gluten diproyeksikan mencapai 4,7 ton di tahun 2025. Hal ini menjadi peluang untuk mendirikan pabrik Tepung Jamur Tiram sebagai tepung non-gluten di Indonesia.
Pabrik Tepung Jamur Tiram ini direncanakan akan didirikan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dengan kapasitas produksi 50 ton/tahun. Bahan baku yang digunakan untuk produksi tepung jamur tiram yaitu jamur tiram segar. Adapun pabrik ini dibangun dengan 2 unit plant, yaitu plant budidaya jamur tiram dan plant produksi tepung jamur tiram yang keduanya dioperasikan secara batch.
Proses pada plant budidaya jamur tiram diawali dengan pembuatan baglog dengan bahan baku utama yaitu tongkol jagung, kulit buah kapas, dan air. Baglog digunakan sebagai media tanam tempat tumbuhnya jamur tiram. Sedangkan pada plant produksi tepung jamur tiram proses utamanya yaitu pengeringan jamur yang dilakukan pada suhu 45°C selama 24 jam. Jamur tiram kering kemudian digiling hingga menjadi tepung dengan menggunakan disk mill.
Pabrik ini memerlukan sarana penunjang (utilitas) diantaranya yaitu kebutuhan air sebesar 1,64 m3 per jam yang berasal dari PT. Air Semarang Barat. Kebutuhan listrik berasal dari PT. PLN Semarang sebesar 663,64 kW per hari. Kebutuhan bahan bakar solar sebesar 1,59 m3 per hari.
Pabrik ini berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi yang dipakai adalah garis dan staf. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur utama dengan jumlah karyawan 78 orang. Berdasarkan analisa ekonomi yang didirikan, pabrik ini layak untuk didirikan berdasarkan analisa yang diperoleh:
1. Total Modal Investasi : Rp 12,2 Milyar
2. Pinjaman bank : Rp 4,4 Milyar
Suku bunga : 10%
Periode Pinjaman : 10 tahun
3. Break Even Point tahun pertama : 73%
4. Minimum Payback Period : 5 tahun 2 bulan 9 hari
5. Internal Return Ratio : 29,83 %
Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan dapat disimpulkan pabrik Tepung Jamur Tiram ini layak untuk didirikan (feasible).
Tidak tersedia versi lain