Tugas Akhir Sarjana
PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI METODE SOXHLET PADA KANDUNGAN OMEGA-6 DAN OMEGA-9 MINYAK SACHA INCHI (Plukenetia volubilis. L)
Tanaman kacang sacha inchi yang berasal dari hutan Amazon, Amerika Selatan, saat ini sudah mulai banyak dibudidayakan di Indonesia. Kacang sacha inchi berpotensi untuk dikembangkan karena kandungan gizinya yang cukup tinggi yaitu mengandung lemak, protein, vitamin E, polyphenol, omega-3, omega-6 dan omega-9 yang termasuk ke dalam kelompok pangan superfood. Namun, perhatian terhadap kacang sacha inchi serta potensinya untuk dijadikan minyak kesehatan di Indonesia belum begitu banyak dan belum ada informasi mengenai pengaruh suhu dan waktu ekstraksi pada kandungan omega-6 dan omega-9 minyak sacha inchi dengan metode ekstraksi Soxhlet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan suhu dan waktu ekstraksi metode Soxhlet yang terbaik yang dapat mempertahankan kandungan omega-6 dan omega-9 pada minyak sacha inchi. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tiga taraf, yaitu a1 = 70°C, a2 = 80°C, dan a3 = 90°C. Faktor B adalah waktu ekstraksi yang terdiri atas 3 taraf, yaitu b1 = 1 jam, b2 = 2 jam dan b3 = 3 jam dengan pengulangan dua kali. Hasil yang didapat kemudian dianalisis secara statistik menggunakan Aplikasi Minitab 19. Data yang dianalisis meliputi uji rendemen minyak, bilangan peroksida, omega-6 dan omega-9. Faktor suhu dan waktu ekstraksi berpengaruh pada nilai rendemen minyak, bilangan peroksida, omega-6 dan omega-9. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa ekstraksi minyak sacha inchi metode Soxhlet dilakukan pada suhu 90oC selama 2 jam adalah perlakuan terbaik. Perlakuan terbaik tersebut menghasilkan rendemen minyak sacha inchi sebesar 40,00%, bilangan peroksida sebesar 5,00 mek O2/kg, omega-6 sebesar 57,505% dan omega-9 sebesar 37,232 %.
Kata kunci: sacha inchi, ekstraksi metode soxhlet, omega-6, omega-9
Tidak tersedia versi lain