Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK BIJIH BESI DENGAN METODE FLOTASI BERKAPASITAS 86.000 TON/TAHUN
Iron Ore (bijih besi) merupakan salah satu dari lima komoditas mineral utama yang banyak ditemukan di Indonesia selain nikel, bauksit, tembaga, dan batubara. Bijih besi merupakan padatan kristal bernilai yang berasal dari batuan laterit bumi yang banyak mengandung mineral termasuk besi. Batuan laterit sebagai umpan didapatkan dari salah satu produk samping teknologi STAL (Step Temperature Acid Leach) yang ramah lingkungan dan dapat dikelola kembali menjadi produk bernilai yaitu bijih besi dan dapat digunakan untuk industri baja. Produksi bijih besi memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan karena Indonesia belum memiliki industri pengolahan bijih besi menjadi, belum lagi harga ekspor bijih besi lebih murah dibandingkan harga impor dikarenakan ekspor bijih besi masih dalam bentuk mentah. Total peluang yang tersedia sekitar 6.972.600 ton pada tahun 2023 mendatang. Pabrik bijih besi dirancang dengan kapasitas 86.000 ton/tahun dan akan mulai beroperasi pada tahun 2023 yang terletak di kawasan Kabupaten Kolaka. Bahan baku yang digunakan yaitu air, dodecylamine acetate, dan sodium oleate yang dicampur dalam flotation machine hingga diperoleh slurry, dilakukan pengadukan dengan injeksi gelembung udara hingga diperoleh buih dan endapan yang dipisahkan dengan overflow, dilanjutkan dengan pengeringan untuk menghasilkan dominan gangue mineral berupa butiran kering sebagai by-product yang dijual sebagai bahan baku industri batu bata. Sedangkan endapan dialirkan untuk memisahkan sebagian besar cairan dari padatan yang ada sekaligus pengeringan dengan mengontakkan besi yang diperoleh secara langsung dengan rotary dryer untuk mengurangi sebagian kecil kandungan air, dilanjutkan dengan penggilingan bijih besi dan peletisasi untuk memperoleh ukuran butiran bijih besi yang seragam sesuai dengan spesifikasi permintaan pasar. Pelet bijih besi kemudian disimpan dalam silo yang siap untuk pendistribusian kepada konsumen yang membutuhkan pelet bijih besi sebagai bahan baku industri seperti industri baja. Bentuk badan hukum perusahaan ini adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi yang dipakai adalah sistem garis. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur dengan jumlah karyawan 125 orang. Karyawan terdiri dari karyawan shift dan karyawan non-shift yang bekerja sesuai dengan jam kerja. Pabrik ini beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun. Berdasarkan hasil analisa ekonomi yang dilakukan dengan suku bunga bank sebesar 10% adalah sebagai berikut: a. Total Capital Investment = Rp. 103.588.233.260 b. Modal sendiri (75%) = Rp. 77.198.820.668 c. Pinjaman Bank (25%) = Rp. 26.389.412.591 Suku Bunga = 10% Periode Peminjaman = 5 tahun d. Break Even Point (BEP) tahun pertama = 77% e. Minimum Payback Period (MPP) = 3 tahun 3 bulan 11 hari f. Internal Rate of Return (IRR) = 49% g. Net Cash Flow at Present Value = Rp. 422.431.086.470
Berdasarkan hasil analisa ekonomi yang dilakukan, dapat disimpulkan pabrik bijih besi ini layak untuk didirikan (feasible).
Kata kunci: Bijih besi, flotasi, collector, frother.
Tidak tersedia versi lain