Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK KARDANOL BERBAHAN BAKU KULIT BIJI METE (ANACARDIUM OCCIDENTALE) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 10.000 TON/TAHUN
Cashew Nut Shell Liquid (CNSL) merupakan cairan kental berwarna coklat hasil ekstraksi dari kulit biji mete. Komponen utama penyusun CNSL terdiri atas senyawa asam anakardat, kardanol dan kardol yang merupakan senyawa fenol alami. Senyawa kardanol mempunyai struktur kimia yang mirip dengan fenol sintetik, sehingga berpeluang untuk mensubstitusi dan juga menggantikan senyawa fenol sintetik dari turunan minyak bumi yang sekarang sumbernya semakin menipis. Senyawa penyusun CNSL memiliki beberapa manfaat diantaranya sebagai pelapis vernis dan cat, pelapis kanvas rem dan plat kopling kendaraan, resin fenolik dan berbagai industri kimia. Produksi CNSL di Indonesia masih sangat rendah karena sampai saat ini di Indonesia kulit biji mete belum dimanfaatkan secara maksimal, sebagian besar masih berupa limbah. Oleh karena itu, mengingat berbagai manfaat CNSL dan penyusunnya pada berbagai industri, maupun keunggulan sebagai bahan terbarukan yang ramah lingkungan, maka dilakukan pendirian pabrik kardanol di Indonesia diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kardanol di dalam maupun di luar negeri dan membantu berkembangnya industri lain yang berbahan baku kardanol.
viii
Pabrik ini direncanakan didirikan di Kawasan Industri JIIPE, Gresik provinsi Jawa Timur. Pemilihan lokasi didasarkan atas ketersediaan sarana transportasi yang memadai, bahan baku, dan tenaga kerja yang ada. Pabrik ini akan dioperasikan selama 330 hari dengan kapasitas 10.000 ton/tahun dengan jumlah karyawan sebanyak 142 orang. Bahan baku yang digunakan adalah limbah kulit biji mete yang diperoleh dari para petani di Provinsi Jawa Timur. Proses produksi meliputi 2 tahap, yaitu isolasi CNSL dan pemurnian kardanol. Pada proses isolasi CNSL dilakukan dengan metode ekstraksi pada suhu 50°C menggunakan solvent ethanol selama 8 jam. Proses ini bertujuan untuk mengambil CNSL dari kulit biji mete. Setelah didapat CNSL, proses selanjutnya adalah pemurnian kardanol dengan menggunakan proses ekstraksi sebanyak tiga kali untuk memisahkan kardanol dari asam anakardat dan kardol. Analisa kelayakan pendirian pabrik menggunakan analisa ekonomi dengan total modal sebesar Rp 1.413.518.000.000, nilai titik impas (BEP) berada pada 63,16% dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 29,26% dan Minimum Payback Period (MPP) selama 4 tahun 10 bulan, serta nilai Net Cash Flow Present Value (NCFPV) pada bunga bank sebesar 8,00% yaitu Rp 2.217.715.800.000 (positif). Sehingga berdasarkan analisis ekonomi diperoleh Pra-rancangan Pabrik Kardanol layak didirikan.
Kata kunci: Anacardium Occidentale, Cashew Nut Shell Liquid (CNSL), ekstraksi, fenol alami, industri kimia, kardanol.
Tidak tersedia versi lain