Tugas Akhir Sarjana
SIMULASI NUMERIK TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL H-DARRIEUS DENGAN BILAH NACA 0012
elektrifikasi Nasional 92,80%. Provinsi Papua dan NTT daerah dengan rasio elektrifikasi terendah sebesar 48,74% dan 59,17% potensi energi angin di Indonesia belum dimanfaatkan secara optimal,terdapat beberapa metode mengetahui efisiensi turbin angin.Computational Fluid Dynamic atau sering disingkat CFD. untuk mengetahui aliran fluida di sekitar bilah NACA 0012 pada pergerakan turbin angin tipe vertikal menggunakan program Ansys Fluent.Turbin angin alat yang dapat mengkonversikan energi kinetik pada angin menjadi energi listrik. Pembuatan geometri dua dimensi merupakan langkah awal simulasi CFD yang juga disebut sebagai tahap Pre-processing, solving, post-processing. Tujuan pembuatan domain mendefinisikan volume atur dilakukan perhitungan secara numerik, Validasi penelitian menggunakan data eksperimental yang dipublikasikan dari penelitian simulasi numerik dengan NACA 0012 Simulasi untuk mengetahui aliran fluida di sekitar bilah NACA 0012 pada pergerakan turbin angin tipe vertical dan menentukan nilai CP dan nilai CT dari simulasi numerik.Nilai time step tersebut untuk harga TSR 1 sebesar 0.08325s. simulasi CFD pada airfoil VAWT ini terdapat beberapa informasi, kecepatan dan vorticity, , Dari hasil perbandingan grafik CT vs TSR menunjukkan perbedaan antara referensi dengan simulasi, rata-rata error 0.172496878 %Nilai CP Maksimum pada simulasi berada pada TSR 5 dengan nilai CP 0.127716 Nilai CP terendah berada pada TSR 2 dengan nilai CP sebesar -0.01197 ,hasil simulasi turbin H Darreius VAWT NACA 0012 mampu memproduksi daya minimum 1738.008W, hasil simulasi turbin H Darreius VAWT NACA 0012 mampu memproduksi daya maksimum 162.921W, Persentase error didapat antara simulasi dengan validasi hasil simulasi ini memiliki nilai validasi yang bisa diterima 6.27702%
Kata kunci : Turbin Angin VAWT, Simulasi Numerik , H-Darrieus NACA 0012, 2D CFD
Tidak tersedia versi lain