Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK BIOGAS DARI LIMBAH KELAPA SAWIT (TKKS - POME) YANG TERINTEGRASI DENGAN PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN KAPASITAS 2,01 GWh/TAHUN DI KUTAI TIMUR
Biogas merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang diproduksi dari biomassa, komposisinya terdiri dari metana dan beberapa gas lain. Zat organik diubah menjadi biogas oleh bakteri dalam beberapa langkah dalam digester kedap udara. Biogas sendiri dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif pengganti LPG untuk memasak dan bahan bakar genset untuk pembangkit listrik mandiri ataupun untuk Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg).
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang memberikan kontribusi besar dalam pergerakan roda ekonomi Indonesia. Indonesia memiliki lahan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia sebesar 14.663.600 Ha pada tahun 2021. produksi limbah kelapa sawit cenderung meningkat berbanding lurus dengan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) dan peningkatan luas areal perkebunan kelapa sawit.
Kabupaten Kutai Timur memiliki perkebunan kelapa sawit sebesar 450.000 ha. Pabrik yang direncanakan akan dibangun di Baay, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur dengan kapasitas listrik yang dihasilkan biogas dengan kandungan metana sebesar 158.856 kg/tahun yang dihasilkan dari campuran Tandan Kososng Kelapa Sawit (TKKS) sebesar 2.491.128 kg/tahun dan Palm Oil Mill Effluent (POME) sebesar 79.912.447 kg/tahun. Dihasilkan energi listrik sebesar 2,01 GWh/tahun.
Pembuatan biogas dilakukan dengan menggunakan Reaktor Digester Berpengaduk (R101) dengan kondisi operasi temperature 40 °C dan 1 bar. Zat-zat organik yang terkandung dalam TKKS dan POME akan dirombak oleh mikroorganisme menjadi biogas, sebelum digunakan sebagai pembangkit listrik biogas yang dihasilkan masuk ke unit Biogas Upgrading System untuk pemurnian gas CH4. Gas CH4 yang dihasilkan dengan kemurnian 98% akan digunakan sebagai pembangkit listrik sehingga massa jenis gas metana 0,714 kg/m3 akan menghasilkan energi sebesar 37,721 MJ/m3 atau energi listrik sebesar 10,48 kWh.
Perusahaan ini berbadan hukum perseroan terbatas (PT) dipimpin oleh seorang direktur utama dengan jumlah karyawan 135 orang. Karyawan terdiri dari karyawan shift dan karyawan non-shift yang bekerja sesuai dengan jam kerja. Pabrik biogas dari POME-TKKS ini beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun. Berdasarkan hasil analisa ekonomi yang dilakukan dengan suku bunga bank sebesar 10% adalah sebagai berikut:
a. Total Capital Investment = Rp. 244.682.299.128 b. Modal sendiri 61% = Rp. 148.879.930.698 c. Pinjaman Bank (39%) = Rp. 95.802.368.430 d. Break Even Point (BEP) tahun pertama = 60,69% e. Minimum Payback Period (MPP) = 5 tahun, 3 bulan, 18 hari f. Internal Rate of Return (IRR) = 37,75% g. Net Cash Flow at Present Value = Rp. 642.473.717.524
Berdasarkan hasil analisa ekonomi yang dilakukan, dapat disimpulkan. Pabrik biogas dari limbah kelapa sawit TKKS-POME ini layak untuk didirikan (feasible).
Kata Kunci : TKKS, POME, Biogas
Tidak tersedia versi lain