Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK ADIPONITRILE DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Adiponitril (ADN) atau hexanedinitrile merupakan senyawa organik dengan rumus molekul CN(CH2)4CN yang diproduksi sebagai produk intermediate untuk pembuatan hexamethylenediamine atau 1,6-diaminohexane yang merupakan bahan baku pembuatan Nylon 6,6. Peluang berkembangnya industri adiponitril di Indonesia sangat besar dikarenakan permintaan Nylon 6,6 dunia yang setiap tahunnya selalu meningkat. Adiponitrile ini belum diproduksi di Indonesia dan masih mengandalkan sektor impor dalam memenuhi kebutuhannya. Konsumsi Adiponitrile di Indonesia diperkirakan mencapai 39452,80 ton hingga tahun 2024. Hal ini menjadi peluang untuk mendirikan pabrik Adiponitrile dalam mengurangi kebutuhan impor dan menambah devisa negara melalui ekspor.
Pabrik Adiponitrile ini dirancang dengan kapasitas 20.000 ton per tahun. Bahan baku yang digunakan pada Adiponitrile ini yaitu asam adipat, gas ammonia, glutaronitril dan katalis asam borat dengan jumlah 1 plant yang dioperasikan kontinyu. Pabrik ini berencana didirikan di kota Palembang, provinsi Sumatera Selatan, dengan pertimbangan raw material oriented. Kawasan Palembang dekat dengan industri amoniak yaitu PT. Pusri, dan dekat dengan pelabuhan sehingga mempermudah pengadaan bahan baku asam adipat yang didatangkan dari China serta mempermudah pemasaran produk adiponitril nantinya. Lokasi pabrik dekat dengan sungai, sehingga sumber air untuk unit utilitas berasal dari air sungai.
Proses reaksi berlangsung di dalam Bubble Column Reactor dengan temperatur 230 °C dan tekanan 4 atm. Secara umum, tahapan proses pembuatan adiponitril adalah sebagai berikut: 1) reaksi antara asam adipat dan ammonia di dalam Bubble Column Reactor, 2) Pemisahan asam adipat sisa reaksi dengan menggunakan flash drum, 3) Pemisahan produk adiponitril dengan senyawa lain menggunakan column distilasi berdasarkan perbedaan titik didihnya.
Pabrik ini memerlukan unit utilitas berupa air, listrik dan bahan bakar. Kebutuhan air berasal dari Sungai Musi meliputi 60,91 m3 /jam. Kebutuhan listrik berasal dari PT PLN Palembang mencapai 30047 kWh/hari. Kebutuhan bahan bakar solar berasal dari PT Pertamina Palembang sebesar 5,22 m3 /hari.
Perusahaan ini berbadan hukum perseroan terbatas (PT) dimana struktur organisasi yang dipakai adalah garis dan staf. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur utama dengan jumlah karyawan 113 orang. Dari hasil analisa ekonomi diperoleh
1. Total Capital Investment = Rp 475 miliar 2. Pinjaman bank = Rp 174 miliar (Periode pinjaman 10 tahun dan Suku bunga 10%) 3. NCFPV di tahun ke-10 = Rp 193 miliar 4. Minimum Payment Periode = 4 tahun 7 bulan 27 hari 5. Internal Return Ratio = 34,03% Berdasarkan analisa ekonomi yang dilakukan, dapat disimpulkan pabrik Adiponitrile ini layak untuk didirikan (feasible).
Tidak tersedia versi lain