Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK ASAM SALISILAT DENGAN KAPASITAS 3.505 TON/TAHUN
Salah satu industri yang sedang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini adalah industri FMCG (Fast Moving Consumer Good). Hal ini dapat terlihat dari industri FMCG yang masih dapat tumbuh selama pandemi Covid-19. Pada Q-3 tahun 2020 nilai pertumbungannya mencapai 8,8 persen. Salah satu bahan penting dalam industri FMCG adalah asam salisilat. Asam salisilat atau 2-hydroxy-benzoic acid diklasifikasikan sebagai bahan kimia halus yang sering digunakan secara ekslusif sebagai bahan baku obat dalam industri farmasi. Saat ini untuk memenuhi kebutuhan asam salisilat di Indonesia dilakukan dengan cara mengimpor dari negara luar. Untuk itu pembangunan pabrik asam salisilat sikatakan layak. Pabrik asam salisilat ini direncanakan akan didirikan di Kawasan Industri JIIPE Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada tahun 2025 dan beroperasi pada tahun 2026. Phenol dan larutan NaOH 50% bereaksi di dalam reaktor CSTR selama 15 menit membentuk larutan natrium phenolate. Natrium phenolate kemudian dikeringkan menggunakan Spray Dryer pada suhu 160 oC dan kemudian dihaluskan. Natrium phenolate halus kemudian dimasukan kedalam fluidized bed reactor untuk direaksikan dengan gas CO2 pada suhu 120 oC dan tekanan 8 Mpa selama 90 menit dan membentuk natrium salisilat. Natrium salisilat hasil reaksi kemudian ditambahkan air untuk membentuk larutan pekat natrium salisilat. Larutan natrium salisilat dialirkan menuju reaktor CSTR untuk kemudian direaksikan dengan larutan asam sulfat 10% sampai pH 1-2 membentuk asam salisilat. Asam Salisilat hasil reaksi dimurnikan dengan cara di saring dan dicuci dengan air dan asam fosfat. Hasil penyaringan kemudian dikeringkan menggunakan dryer pada suhu 135 oC dan menghasilkan asam salisilat dengan kemurnian 99,85%. Kebutuhan air sebesar 237,30 m3 per hari dipasok dari proses pengolahan, listrik dipasok dari PLN sebesar 510,9268 kW, bahan bakar berupa biosolar sebesar 2751,9903 liter per hari. Dari hasil Analisa ekonomi yang dilakukan, diperoleh :
1. Pembangunan konstruksi dan instalasi pabrik dilakukan selama satu tahun sehingga pabrik dapat beroperasi mulai tahun 2026. 2. Total Modal Investasi (TCI) : Rp. 2,970 T - Modal sendiri (51,75%) : Rp. 1,537 T - Pinjaman bank (48,25%) : Rp. 1,433 T 3. Suku bunga pertahun : 8,06% 4. Jangka waktu pinjam : 10 tahun (grace period 1 tahun) 5. Break Even Point (BEP) tahun pertama : 77,25% 6. Internal Rate of Return (IRR) : 19,62% 7. Minimum Payback Period (MPP) : 6 tahun 0 bulan
Dari hasil Analisa ekonomi di atas dan jika di tunjang dengan perekonomian Indonesia yang stabil, maka pabrik asam salisilat dengan kapasitas 3.505 ton pertahun layak (feasible) untuk didirikan.
Tidak tersedia versi lain