Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK DAUR ULANG LIMBAH BATERAI LITIUM MOBIL LISTRIK MENJADI LITIUM KARBONAT DENGAN KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Mobil listrik menggunakan baterai litium sebagai sumber tenaga listrik, namun baterai yang sudah habis pakai akan menjadi limbah. Untuk mengurangi pencemaran, baterai dapat didaur ulang (recycle) menjadi litium karbonat. Litium karbonat merupakan senyawa kimia yang memiliki banyak kegunaan. Berdasarkan data proyeksi, supply litium karbonat pada tahun 2025 tidak mencukupi kebutuhan dunia dimana terdapat kekurangan sebesar 140.000 ton. Maka dari itu, pembangunan pabrik daur ulang baterai litium menjadi litium karbonat memiliki potensi untuk terus berkembang, dapat membantu meningkatkan supply litium karbonat dunia, memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor dan mengurangi jumlah limbah yang terdapat di lingkungan. Pabrik ini direncanakan untuk didirikan di kota Cilegon, Banten dengan kapasitas produksi 20.000 ton per tahun. Adapun pendiriannya dimulai pada awal tahun 2026 dan akan mulai beroperasi pada tahun 2027. Secara garis besar, proses daur ulang limbah baterai litium terbagi menjadi preprocessing dan main processing. Pada unit preprocessing dilakukan proses discharging untuk menjaga proses aman dari percikan dengan perendaman dalam larutan garam NaCl 10% w/w, dilanjutkan dengan pemisahan secara fisika untuk mengambil katoda dengan menggunakan crusher, vibrating screen, flotation tank dan filter RDVF. Pada unit main processing, serbuk katoda diumpankan ke dalam reaktor leaching. Leaching dilakukan menggunakan H2SO4 2 M dan H2O2 4% dengan perbandingan padatan (S/L ratio) sebesar 1/10. Hasil keluaran reaktor diumpankan ke filter centrifuge dan diuapkan sebanyak 50 % dengan evaporator untuk memaksimalkan proses presipitasi. Presipitasi dilakukan dalam dua reaktor, dimana reaktor pertama melakukan presipitasi logam kobalt, nikel, dan mangan menggunakan senyawa oksalat sebelum masuk ke reaktor kedua dimana terdapat presipitasi logam litium menggunakan senyawa karbonat. Hasil akhir berupa litium karbonat dengan kemurnian sebesar 99%. Diperlukan utilitas berupa air sebesar 203.600 kg/jam, listrik 450 kWh dan bahan bakar biodiesel sebesar 4.100 kg/jam pada proses pembuatan litium karbonat ini. Perusahaan ini berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dimana struktur organisasi yang dipakai adalah line and staff. Perusahaan memiliki karyawan sebanyak 225 orang. Dari hasil analisa ekonomi yang telah dilakukan, diperoleh: 1. Pembangunan pabrik akan dilakukan selama satu tahun yang dimulai pada awal tahun 2026, sehingga pabrik dapat beroperasi mulai tahun 2027 2. Total Modal Investasi (TCI) : Rp 5.920.000.000.000 3. Suku bunga pertahun : 10,00 % 4. Jangka waktu peminjaman : 5 tahun (grace period 1 tahun) 5. Break Even Point (BEP) tahun pertama : 35,4 % 6. Internal Rate of Return (IRR) : 33,5 % 7. Minimum Payback Period (MPP) : 4 tahun 7 bulan Dari hasil Analisa ekonomi di atas dan ditunjang dengan perekonomian Indonesia yang stabil dan berkembang, pabrik litium karbonat dengan kapasitas 20.000 ton per tahun layak untuk didirikan.
Tidak tersedia versi lain