Tugas Akhir Sarjana
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL DAN MONITORING ALAT PENETAS TELUR BERBASIS MIKROKONTROLER ESP32
Setiap tahun, permintaan akan konsumsi ayam dan telur di Indonesia terus meningkat. Dari Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi telur ayam ras di Indonesia pada tahun 2018 rata-rata mencapai 2,365 kg per kapita per minggu meningkat pada tahun 2021 rata-rata 2,448 kg per kapita per minggu. Seiring dengan meningkatnya permintaan perlu dibarengi dengan produksi telur agar stok tetap terjaga. Untuk mengatasi hal ini, pada tugas akhir ini dilakukan rancang bangun alat penetas telur yang memiliki sistem rak geser telur dengan motor synchronous, prinsip kerja alat menggunakan heater sebagai pemanas dilengkapi fan serta mist maker untuk menjaga suhu dan kelembapan dalam masa penetasan. Alat ini juga memiliki pengaturan nilai setpoint suhu dan kelembapan saat kondisi offline maupun remote melalui platform Blynk. Sensor DHT 22 digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan, serta sensor PIR untuk mendeteksi telur yang menetas. Berdasarkan hasil pengujian, alat penetas ini berfungsi dalam menjaga suhu dan kelembapan selama 22 hari dengan rata-rata suhu sebesar 38,14℃ dan Kelembapan rata-rata sebesar 55,38%. Dalam pengujian penetasan dengan menggunakan 20 butir telur, terdapat 16 telur yang berhasil menetas dalam rentang waktu 21 hari + 15 jam serta memiliki notifikasi pada Blynk. Sistem juga dilengkapi pasokan listrik dari aki sebagai cadangan yang memiliki perpindahan sekitar 2-3 detik dari sumber listrik utama PLN. Kata kunci: Mesin Tetas, Penetasan Telur, Plarform Blynk, DHT 22, Sensor PIR.
Tidak tersedia versi lain