Debora Fitriyana Sitorus - Nama Orang; Yuli Adi Prabowo - Nama Orang; Dr. Ir. Kudrat Sunandar, MT - Nama Orang; Prof. Dr. Ir. Joelianingsih, MT - Nama Orang;
Kebutuhan pelumas di Indonesia mencapai 1.140.000 kL/tahun dan kira-kira 40% pelumas akan dibuang ke lingkungan menjadi limbah non-biodegradable dan bersifat sebagai limbah B3 Sehingga akumulasi limbah pelumas akan berakibat pencemaran tanah, air dan udara. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka pemakaian pelumas berbasis petroleum harus digantikan dengan pelumas bio dan pelumas bio ini juga menunjang lingkungan yang mendukung pembangunan berkelanjutan Salah satu bahan baku biolubricant adalah Asam risinoliat dari minyak jarak. Kebutuhan Biolubricant di indonesa dipenuhi dari impor dan produksi dari PT. Pertamina, untuk mmenuhi dan mengurangi pemakai pelumas dari petrokimia maka adanya peluang untuk mendirikan pabrik Biolubricant dengan kapasritas 1000 ton per tahun an dari asam risnoleat. Biolubricant berbahan bahaku asam risnolea dengan pelarut 2-etilheksanol dengan katalis CU-O, denggan proses batch esterifikasi pada reaktor pertama teperatur reaksi 100oC dan waktu 10 jam. Dan reaksi asetilasi pada reaktor kedua temperature 90oC dan waktu 10 jam. Hasil produk raktor kedua dinetralisasi, kemudian pemurnian dengan proses distilasi dan menghasilkan produk biolubricant dengan kemurnian 95%. Kata kunci: Biolubricant, asam risinoleat, reaktor esterifikasi, reaktor asetilasi
| # | Lokasi | No. Panggil | Kode Eksemplar | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Perpustakaan ITI | TK 2023 045 | TK2023045 | Tersedia |
| 2 | Perpustakaan ITI | TK 2023 045 | TK2023045-CD | Tersedia |
Tidak Ada Data