Tugas Akhir Sarjana
USULAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK FILAMENT CHIPS DI PT SULINDAFIN
PT. Sulindafin adalah perusahaan yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 133 Karawaci Tangerang,
Banten. Perusahaan manufaktur ini memproduksi Polyster Partially Oriented Yarn (POY) dan Drawn
Textured Yarn (DTY). Persentase cacat pada produk ini adalah 41% untuk berat, 35% untuk kotor, dan 24%
untuk warna. Dengan total produksi 10.241 kilogram dan total defect rate 931 kilogram selama satu periode
Januari hingga Desember 2022. Memanfaatkan metode six sigma dan framework DMAIC (Define,
Measure, Analyze, Improve, and Control), kualitas produk filamen chip diatur. Six sigma adalah strategi
terstruktur untuk memperbaiki proses produk yang terbatas untuk mengurangi variasi cacat produk. Pada
tahap D (Define), CTQ (Critical To Quality) digunakan untuk melakukan pencarian masalah. Ada tiga
kriteria masalah dalam CTQ. Sebelum dilakukan perbaikan pada tahap M (Measure), dilakukan pengukuran
kinerja berupa nilai rata-rata DPMO dan nilai sigma. Nilai rata-rata DPMO adalah 13798,558, sedangkan
nilai rata-rata sigma adalah 3.710. Pemeliharaan prioritas perbaikan CTQ dilakukan pada tahap A (Analyze)
dengan membuat diagram Pareto untuk mengidentifikasi cacat yang paling umum dan kemudian
mengidentifikasi penyebab jenis cacat pada tahap I (Improve). Pada titik ini, FMEA (Failure mode and
effect analysis) digunakan untuk fokus pada masalah yang paling dominan untuk perbaikan, yang
ditentukan oleh nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi. Tahap terakhir adalah C (Control), dimana
saran dan rekomendasi diberikan kepada perusahaan agar kualitas produk Filament Chips dapat terjaga.
Kata Kunci : Six Sigma, DMAIC (Define,Measure,Analyze,Improve,Control), Diagram Pareto, Fishbone,
DPMO (Defect per million opportunity), FMEA (Failure mode effect analyze, CTQ (Critical To Quality)
Tidak tersedia versi lain