Tugas Akhir Sarjana
Pra:-rancangan Pabrik Metanol dari Gas CO2 dan H2 Kapasitas 100.000 ton / tahun
Dewasa ini, isu perubahan iklim menjadi perhatian dunia, salah satunya isu pemanasan
global. Gas CO2 sebagai bagian dari gas rumah kaca memegang peranan penting dibanding gas
lainnya dalam mengontrol suhu permukaan bumi, karena gas ini memiliki konsentrasi terbesar
setelah uap air dibanding gas lainnya sehingga kontribusinya terhadap perubahan suhu di bumi
adalah yang paling dominan. Sehingga diperlukan upaya untuk melakukan pengurangan CO2
di atmosfir, salah satunya dengan mengutilisasi emisi gas karbon dioksida menjadi produk yang
lebih bernilai. Sebagai usaha dalam mengurangi emisi gas rumah kaca tersebut, CO2 dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi metanol. Metanol diproduksi dari CO2 dan gas
hidrogen (H2).
Proyeksi konsumsi metanol pada tahun 2027 adalah sebesar 3.002.235 ton/tahun dan
ekspor sebesar 0 ton/tahun. Sedangkan proyeksi produksi metanol pada tahun 2027 adalah
sebesar 660.000 ton/tahun dan impor sebesar 1.439.707 ton/tahun. Sehingga mempunyai
kesenjangan antara demand (permintaan) dan supply (penawaran) yang menjadi peluang pasar
yaitu sebesar 900.249 ton/tahun. Dengan pertimbangan sumber bahan baku yang tersedia dan
kapasitas produksi ekonomis industri metanol yaitu 75.000 ton/tahun sampai 1.700.000
ton/tahun, maka ditetapkan kapasitas produksi ntroselulosa sebesar 100.000 ton/tahun. Bahan
baku pembuatan metanol adalah gas CO2 yang didapat dari PT. RMI Carbonindo, dan gas H2
didapat dari PT. Air Liquide Indonesia, sehingga pabrik metanol didirikan di Warnasari,
Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, yang juga merupakan salah satu daerah Kawasan Industri
KIEC yang berdekatan dengan kedua pabrik tersebut.
Pabrik metanol membutuhkan sarana penunjang untuk pengoperasiannya. Sarana
penunjang yang dibutuhkan adalah air pendingin sebanyak 31.727,69 kg/jam,steam pada boiler
sebanyak 21.825,30 kg/jam, air domestik sebanyak 137,10 kg/jam, kebutuhan bahan bakar
solar sebanyak 20.152,70 liter/hari, dan kebutuhan listrik sebesar 79.780,02 KW/hari.
Perusahan ini berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang
direktur utama dengan jumlah karyawan 120 orang. Berdasarkan analisis ekonomi yang telah
dilakukan, diperoleh:
1. Total Capital Investment = Rp. 693.290.058.691,- 2. Pinjaman bank = Rp. 275.000.000.000,- Suku bunga = 10,00%
Periode pinjaman = 10 tahun
3. Break Even Point tahun pertama = 79%
4. Minimum Payment Periode = 2 tahun 5 bulan 1 hari
5. Internal Retun Ratio = 60%, lebih besar dari bunga bank
6. NCFPV pada bunga bank 10% = Bernilai Positif
Dari analisa kelayakan ekonomi tersebut didapat bahwa BEP pada tahun pertama
sebanyak 79%, MPP yang diperoleh selama 2 tahun 5 bulan 1 hari, sehingga investasi kembali
sebelum umur pabrik yaitu 10 tahun. IRR sebesar 60%, lebih besar dari suku bunga yang
diambil sebesar 10% sehingga investor lebih tertarik untuk berinvestasi. NCFPV pada bunga
10% bernilai positif. Maka dapat disimpulkan bahwa pabrik metanol ini layak didirikan.
Tidak tersedia versi lain