Tugas Akhir Sarjana
ANALISIS TERJADINYA BREAKDOWN PADA PEMUTUS TENAGA 150 kV
Zaman yang modern ini sangat bergantung pada listrik, dan pihak penyedia listrik
dituntut untuk memberikan performansi yang baik, salah satunya dengan menjaga agar
peralatan listrik selalu dalam kondisi yang handal. Sistem tenaga listrik harus memiliki
pengaman untuk peralatan-peralatan di dalamnya untuk menjamin tidak ada gangguan
bahkan pemadaman. Peralatan pengaman pada sistem tenaga listrik salah satunya adalah
Circuit Breaker (CB) yang dapat membuka atau menutup rangkaian listrik dalam keadaan
berbeban atau pada saat hubung singkat. Sebuah sistem ketenagalistrikan dapat dikatakan
andal apabila sistem itu mampu mengatasi gangguan listrik yang timbul baik berasal dari
dalam peralatan (gangguan permanen) mapun faktor dari luar peralatan (gangguan
temporer) dengan cepat, aman dan selektif tanpa harus melakukan pemadaman total.
Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis kemungkinan terjadinya breakdown pada
Pemutus Tenaga (PMT) dengan media isolasi dan pemadaman busur api media gas SF6
(Sulphur Hexaflouride), pada Gardu Induk 150 kV ULTG Tangerang Selatan. Metode
penelitian ini menggunakan analisis dan simulasi dengan cara membandingkan arus
gangguan yang diterima PMT dengan kapasitas pemutusan PMT. Penelitian ini
diharapkan dapat mengetahui titik kerusakan pada PMT saat memutus arus gangguan
lebih akibat surja petir. Dilakukan menggunakan simulasi pada Electric Transient
Analysis Program (ETAP) yang berupa koordinasi proteksi, Short Circuit Analysis atau
simulasi arus hubung singkat, yang dimana hasil dari simulasi tersebut bisa menjadi
acuan untuk ditemukannya faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya breakdown
pada sistem transmisi listrik tegangan tinggi 150 kV.
Kata Kunci: Sistem transmisi 150 kV, PMT (Pemutus Tenaga), Gas SF6 (Sulphur
Hexaflouride), (Electric Transient Analysis Program) ETAP, SPLN (Standar PLN)
Tidak tersedia versi lain