Tugas Akhir Sarjana
Rancang Bangun Pendeteksi Kualitas Udara Dengan Metode Logika Fuzzi
Udara merupakan hal yang penting bagi kehidupan makhluk hidup. Kualitas udara perlu
dipelihara dan ditingkatkan agar dapat digunakan bagi makhluk hidup secara optimal.
Namun, saat ini kualitas udara sangatlah memprihatinkan akibat polusi udara yang
disebabkan oleh perilaku manusia sendiri. Sumber polusi udara dapat berasal dari
berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Di
Kawasan Industri Jatake di Tangerang yang perlu diperhatikan kualitas udara
dikarenakan banyaknya industri didaerah tersebut. Ada beberapa jenis parameter satuan
yang menjadi polutan udara seperti CO, CO2, NH4. Dikarenakan banyak parameter
yang menjadi polutan maka dibutuhkan sistem cerdas agar mendeteksi adanya polusi
udara. Logika fuzzy sangat tepat diimplementasikan dalam permasalahan yang terjadi.
Alasan utama metode ini dipilih karena kemampuan dalam membedakan berbagai
macam kondisi secara akurat. Pada penelitian ini akan dibuat alat untuk mengetahui
pencemaran udara. Sensor yang digunakan yaitu sensor MQ-135 digunakan untuk
mengukur kualitas udara atau polusi udara untuk parameter CO2. MQ-135 ini cocok
digunakan untuk pendeteksi kualitas udara dengan konsentrasi ppm dan sebagai
mikrokontroler yaitu board wemos D1. Untuk output berupa LED sebagai level tingkat
pencemaran dan LCD sebagai penampil disertai pemantauan melalui website
thingspeak. Dari hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kadar CO2 di Kawasan Industri
Jatake adalah 568,8 ppm, di Lampu Merah Imam Bonjol Cimone adalah 563,2 ppm, di
TPA Rawa Kucing adalah 558,2 ppm yang menandakan kadar CO2 di kawasan ini
masih sesuai batas aman.
Kata kunci: Udara, Logika Fuzzy, MQ-135, Thingspeak.
Tidak tersedia versi lain