Tugas Akhir Sarjana
Perancangan dan Pengelolaan Mandiri Sistem Microgrid pada Pulau Sabira
Pulau Sabira, yang berada di wilayah Daerah Khusus Jakarta dan terpisah 160 km dari Pulau
Jawa, saat ini menggunakan sistem off-grid dengan PLTS 400 kWp dan PLTD 250 kVA.
Sistem ini tidak optimal karena PLTD masih beroperasi 16 jam per hari. Oleh karena itu,
diusulkan jaringan microgrid dengan sistem hybrid berbasis energi baru terbarukan (EBT)
dengan kombinasi PLTS, PLTB, baterai dan PLTD. Simulasi dilakukan dengan 6 skenario
untuk melihat kelayakan investasi dan aliran daya sebagai parameter dalam menentukan
konfigurasi yang paling optimal. Hasil simulasi menunjukan kombinasi PLTS dan PLTD
adalah konfigurasi paling optimal dengan nilai NPV positif, IRR lebih besar dari suku bunga
awal 10%, serta nilai Gross B/C 0,2076, Net B/C 1,5500, BEP 9 Tahun 6 Bulan 8 Hari, PBP
8 Tahun 3 Bulan 10 Hari, dan DCSR 1,56. Namun, dari sisi efisiensi (load flow), kombinasi
PLTS dan PLTD ini hanya mencapai 99,7% dengan total rugi daya 0,1 kW yang terjadi pada
cable 1 dan cable 2.
Kata kunci: Microgrid, Pulau Sabira, analisis kelayakan investasi, load flow
Tidak tersedia versi lain