Tugas Akhir Sarjana
Pra Rancangan Pabrik Methanol Dari Karbondioksida (CO : 2) dan Hidrogen (H2) Dengan Kapasitas 660.000 Ton/Tahun
Metanol merupakan suatu senyawa yang saat ini memiliki peran penting pada
ekonomi global sebagai bahan baku yang banyak dibutuhkan di industri kimia. Pada tahun
2020, permintaan metanol global mencatatkan pertumbuhan yang positif yaitu mencapai
102,162 juta. Adapun di Indonesia, melalui Peraturan Menteri ESDM No. 12 tahun 2015 yang
menetapkan intensifikasi pemanfaatan Bahan Bakar Nabati sebagai bahan bakar lain juga
turut membuka peluang besar untuk industri metanol dalam pemenuhan bahan bakunya.
Metanol (CH3OH) mempunyai peranan penting sebagai bahan baku asam asetat,
formaldehida, Methyl Tertier Buthyl Eter (MTBE), dan Dimetil Terephtalat (DMT).
Kegunaan lainnya adalah sebagai bahan anti beku pada proses pendinginan, pelarut, bahan
bakar, dan bahan aditif untuk industri etanol. Pembangunan pabrik metanol bertujuan
memessnuhi kebutuhan dalam negeri yang semakin meningkat dan meningkatkan pendapatan
serta menghemat devisa negara dari sektor industri.
Pabrik Methanol dari karbondioksida (CO2) dan Hidrogen (H2) ini akan dirancang
dengan kapasitas 660.000 ton/tahun dan beroperasi secara kontinyu selama 330 hari/tahun dan
24 jam/hari. Untuk memperoleh produk methanol yang sesuai kapasitas, dibutuhkan gas CO2
sebanyak 547.500 ton/tahun dan gas H2 sebanyak 498.000 ton/tahun. Bahan baku CO2 dibeli
langsung dari PT Pertamina EP Asset 3 Subang sedangkan H2 berasal dari PT Aneka Gas
Industri. . Proses yang digunakan pada pembuatan metanol adalah hidrogenasi CO2 dengan
bantuan katalis Cu/ZnO/Al2O3. Reaksi dijalankan dalam reaktor fixed bed tube dengan suhu
masuk gas sebesar 170oC dan tekanan 50 bar. Produk methanol yang dihasilkan dimurnikan
menggunakan separator drum dan menara distilasi. Hasil produk methanol mempunyai
kemurnian 99,78% yang disimpan dalam tangki methanol bersuhu 30oC dan tekanan atmosferis. Pabrik metanol ini direncanakan akan dibangun di Cidahu, Kec. Pagaden Bar,
Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan mempekerjakan 161 orang karyawan. Untuk
keperluan utilitas, diperlukan air pendingin sebanyak 3.303.079 kg/jam untuk proses start-up
dan 389.098 untuk proses kontinyu yang disuplai dari Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Sukabumi,Subang, kebutuhan listrik sebesar 11.216.125 kW yang disuplai dari
Pembangkit Listrik Negara (PLN), dan kebutuhan listrik bahan bakar sebesar 725.411L/jam.
Dalam menjalankan produksi, pabrik metanol ini membutuhkan modal sebesar Rp
3.729.791.419.648. Berdasarkan analisis kelayakan yang dilakukan, nilai Minimum Payback
Period (MPP) sebesar 1 tahun 4 bulan dan Break Even Point (BEP) sebesar 42%. Berdasarkan
analisa ekonomi, maka Pabrik Methanol dari karbondioksida (CO2) dan Hidrogen (H2)
dengan kapasitas 660.000 Ton/Tahun ini feasible (layak) didirikan.
Tidak tersedia versi lain