Tugas Akhir Sarjana
PRA-RANCANGAN PABRIK ASAM SITRAT DARI MOLASSES DENGAN KAPASITAS 12.000 TON/TAHUN
Asam Sitrat merupakan senyawa organik non-toksik yang banyak digunakan
dalam berbagai industri terutama dalam industri pangan, kosmetik, hingga farmasi.
Kebutuhan asam sitrat Indonesia sebagian besar dipenuhi oleh sektor impor. Oleh karena
itu, pendirian pabrik asam sitrat domestik menjadi strategi penting untuk mengurangi
ketergantungan impor dan memanfaatkan keberlimpahan limbah molasses sebagai bahan
baku di Indonesia. Diprediksi peluang pasar asam sitrat Indonesia pada 2028 mencapai
98.786,11 Ton/Tahun. Berdasarkan kapasitas ekonomis asam sitrat dunia ditetapkanlah
kapasitas pabrik asam sitrat 12.000 Ton/Tahun yang memenuhi 12,15% dari peluang yang
ada. Submerged Fermentation adalah metode proses yang dianggap paling efisien dengan
yield Asam Sitrat mencapai 90% dari massa monosakarida bahan baku, waktu fermentasi
tercepat, dan paling ramah lingkungan. Proses purifikasi asam sitrat hasil fermentasi
dilakukan dengan pengendapan kandungan sitrat menggunakan Ca(OH)2 menjadi
kalsium sitrat dan diasamkan kembali menggunakan asam sulfat. Produk samping yang
dihasilkan berupa kalsium sulfat yang juga memiliki nilai ekonomi. Larutan asam sitrat
yang lebih murni selanjutnya dievaporasi dan dikristalisasi pada suhu 40o C menjadi
produk asam sitrat anhidrat yang siap dijual. Melalui analisa ekonomi diketahui pabrik
asam sitrat kristal dengan harga jual produk Rp. 47.000/kg ini dianggap layak dengan
NPV pada tahun kesepuluh Rp. 1.959,99 M, BEP pada tahun pertama 56%, MPP pada 4
tahun 1 bulan 13 hari, dan IRR pada 33,83% yang lebih besar dari suku bunga bank
referensi 10%.
Kata Kunci: Asam Sitrat, Molasses, submerged fermentation, Kristalisasi
Tidak tersedia versi lain