Tugas Akhir Sarjana
Pra-Rancangan Pabrik Asam Akrilat dengan Proses Oksidasi Propilen Kapasitas 140.000 Ton/Tahun
Industri yang berperan penting dalam memajukan sektor perindustrian di Indonesia
salah satunya adalah industri kimia. Industri kimia diharapkan dapat terus meningkatkan
produksi bahan baku seperti asam akrilat. Asam akrilat merupakan bahan baku yang sangat
dibutuhkan di berbagai industri, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Asam akrilat
menjadi bahan baku utama dalam pembuatan ester akrilat, resin dan banyak digunakan
sebagai pelapis, perekat, cat dan tekstil. Selain itu, asam akrilat juga digunakan dalam
produksi polimer superabsorben (SAPs), flokulan, dan dispersan. Berdasarkan data yang
diperoleh, pada tahun 2024 Indonesia mengimpor asam akrilat sebanyak 45.480 ton/tahun
dan mengekspor sebanyak 45.460 ton/tahun, sedangkan permintaan asam akrilat di
Indonesia mencapai 226.418 ton/tahun. Dengan pertimbangan kapasitas ekonomis
terpasang, ketersediaan bahan baku, dan peluang pasar pada tahun 2028 yang didapatkan
sebesar 226.418 ton/tahun, maka ditentukan kapasitas pabrik asam akrilat sebesar 140.000
ton/tahun (62% dari peluang pasar). Lokasi pabrik asam akrilat terletak di Kawasan Industri
Krakatau (KIK) Kota Cilegon, Provinsi Banten dengan luas lahan 1,5 Ha yang berdekatan
langsung dengan lokasi bahan baku propilen dari PT Chandra Asri Pasific.
Produksi asam akrilat membutuhkan bahan baku propilen dan oksigen dengan katalis
berupa Mo-Bi-Fe pada reaksi oksidasi tahap 1 dan Mo-Va-W pada reaksi oksidasi tahap 2
dengan fasa gas secara eksotermis. Produksi asam akrilat menggunakan alat utama yaitu
reaktor fixed bed multitube sebagai unit reaksi, scrubber untuk pemisahan gas sisa dan
pengotor, serta kolom distilasi untuk pemurnian produk utama asam akrilat dan produk
samping asam asetat. Pabrik asam akrilat ini membutuhkan utilitas berupa air sebanyak
2.228.414,55 kg/jam yang diperoleh dari PT Krakatau Tirta Indonesia (KTI), daya listrik sebesar 426,36 kilowatt-jam dari PT PLN (Persero), dan bahan bakar solar sebanyak
139.690,42 liter per hari yang disuplai oleh PT Pertamina serta Dowtherm A sebesar
34.484,74 kg/jam.
Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui kelayakan pendirian pabrik asam
akrilat dengan kapasitas 140.000 ton/tahun. Dari hasil analisis ekonomi kelayakan pabrik ini
membutuhkan Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp 1.579.243.504.809,64 dan
Working Capital Investment (WCI) sebesar Rp 1.100.273.214.762,52 sehingga didapatkan
nilai Break Even Point (BEP) pada tahun ketiga sebesar 37,53%, nilai Internal Rate of Return
(IRR) sebesar 40,54%, dan jumlah Net Cash Flow Present Value (NCFPV) pada bunga bank
10% sebesar Rp 5.695.525.635.037,40. Diperkirakan Minimum Payback Period (MPP)
selama 3 tahun 4 bulan 9 hari. Dengan hasil analisistersebut dapat disimpulkan bahwa pabrik
Asam Akrilat dengan kapasitas 140.000 Ton/Tahun layak untuk didirikan.
Kata Kunci: Asam Akrilat, Oksidasi Propilen, Pra-Rancangan Pabrik
Tidak tersedia versi lain