Tugas Akhir Sarjana
PENINGKATAN TKT LEVEL 8 UNTUK INKUBATOR FERMENTASI TEMPE
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT)
inkubator fermentasi tempe dari level 7 menjadi level 8 agar siap diproduksi massal dan
dapat diimplementasikan pada skala industri rumah tangga maupun UMKM. Pada tahap
TKT 7, inkubator telah berfungsi menjaga suhu fermentasi otomatis dan menghasilkan
tempe dengan mutu baik pada suhu 33°C, namun masih memiliki keterbatasan, seperti
jumlah sensor yang minim, panel kontrol yang kurang praktis, pencahayaan yang kurang
memadai, serta desain yang belum mendukung sistem plug and play. Untuk memenuhi
syarat TKT 8, dilakukan beberapa pengembangan, yaitu penambahan tiga sensor suhu
DHT22 untuk meningkatkan akurasi distribusi panas, relokasi panel kontrol agar lebih
mudah dirawat, pemasangan lampu LED sebagai penerangan ruang fermentasi, serta
penerapan desain plug and play untuk mempermudah perakitan dan pemindahan. Sistem
dikendalikan menggunakan Arduino Mega 2560 dengan rentang suhu set point 31°C,
33°C, dan 35°C, serta didukung kipas sirkulasi dan exhaust untuk menjaga kestabilan
suhu. Pengujian mencakup akurasi sensor, kestabilan suhu, waktu pencapaian set point,
konsumsi daya, serta mutu tempe mengacu pada SNI 3144:2009. Hasil menunjukkan
inkubator mampu menjaga suhu stabil dengan simpangan baku rendah, mencapai set point
lebih cepat, serta menghasilkan tempe dengan mutu sesuai standar nasional. Pada suhu
35°C, tempe yang dihasilkan memiliki warna normal, tekstur padat, aroma khas, kadar air
di bawah 65%, serta kadar protein di atas 16%, sehingga memenuhi seluruh kriteria SNI
3144:2009. Dengan demikian, inkubator fermentasi tempe yang dikembangkan berhasil
menutup kesenjangan dari TKT 7 menuju TKT 8, sehingga layak diproduksi dan
diimplementasikan untuk mendukung produksi tempe yang lebih efisien, konsisten, dan
berkualitas tinggi.
Kata kunci: Inkubator Tempe, TKT Level 8, Fermentasi, Kontrol Suhu Otomatis, Uji Mutu
Tempe, Plug and Play
Tidak tersedia versi lain