Tugas Akhir Sarjana
Pra-rancangan Pabrik Asam Akrilat dengan Kondensasi Aldol Kapasitas 25.000 Ton/Tahun
Asam akrilat merupakan bahan kimia penting yang banyak digunakan dalam berbagai
industri, seperti cat dan pelapis, perekat, tekstil, plastik, dan Super Absorbent Polymer (SAP).
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan industri dan keterbatasan kapasitas produksi dalam
negeri, Indonesia masih bergantung pada impor untuk memenuhi permintaan asam akrilat,
yang diperkirakan mencapai ±118.800 ton per tahun. Kondisi ini memberikan peluang besar
untuk mendirikan pabrik asam akrilat guna mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat
kemandirian industri kimia nasional.
Pabrik asam akrilat dirancang dengan kapasitas 25.000 ton per tahun dan direncanakan
mulai beroperasi pada tahun 2028, berlokasi di Kawasan Industri Krakatau Steel, Cilegon.
Proses produksi dilakukan melalui reaksi kondensasi aldol antara formaldehid dan asam asetat
dalam fase gas dengan menggunakan katalis vanadium dan fosfor di dalam reaktor fixed bed
multitube. Produk hasil reaksi kemudian dimurnikan menggunakan kolom distilasi fraksinasi
untuk memperoleh asam akrilat dengan kemurnian tinggi.
Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan
dipimpin oleh seorang direktur. Total jumlah karyawan adalah 117 orang, terdiri atas tenaga
kerja shift dan non-shift. Pabrik direncanakan beroperasi selama 330 hari per tahun.
Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik ini memiliki potensi investasi yang
layak (feasible), dengan Net Cash Flow Present Value (NCFPV) mencapai sekitar Rp 237
miliar pada tahun ke-10, Minimum Payback Period (MPP) sekitar 2 tahun 1 bulan, dan Internal
Rate of Return (IRR) sebesar ±41%, jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga bank sebesar
10%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, pendirian pabrik asam akrilat dinyatakan layak untuk
direalisasikan.
Kata Kunci: Asam akrilat, formaldehid, asam asetat, kelayakan ekonomi.
Tidak tersedia versi lain