Tugas Akhir Sarjana
Usulan penerapan Six Sigma dengan menggunakan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) guna mengurangi produk cacat pada proses produksi chip T-300 di PT.Indonesia Toray Synthetics
Penelitian yang dilakukan dalam skripsi yang berjudul "Usulan Penerapan Six Sigma dengan Menggunakan
Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Guna Mengurangi Produk Cacat pada Proses Produksi Chip T-300 di
PT. Indonesia Toray Synthetics"Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi produk cacat dalam proses produksi
chip T-300 di PT. Indonesia Toray Synthetics melalui penerapan metode Six Sigma dengan pendekatan Failure
Mode Effect Analysis (FMEA). Metode Six Sigma digunakan untuk meningkatkan kualitas proses produksi
dengan mengidentifikasi dan mengurangi variasi serta cacat pada produk. Penelitian ini melibatkan beberapa
tahapan, yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC). Pada tahap Define, dilakukan
identifikasi masalah kualitas yang terjadi. Tahap Measure melibatkan pengukuran data cacat dan perhitungan
nilai sigma. Pada tahap Analyze, dilakukan analisis penyebab cacat menggunakan diagram Pareto dan diagram
sebab-akibat (fishbone). Tahap Improve melibatkan rekomendasi perbaikan yang mencakup kontrol kualitas
bahan baku, perawatan mesin secara teratur, penambahan tenaga kerja ahli, pelatihan problem solving, dan
penambahan ventilasi udara di area produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Six
Sigma dan FMEA efektif dalam mengurangi produk cacat dan meningkatkan kualitas produksi chip T-300,
dengan peningkatan nilai sigma dari 3,785 menjadi 4,073 dan penurunan nilai Defect Per Million Opportunities
(DPMO) dari 8997,486 menjadi 5050,649. Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan
efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan
Kata kunci: Six Sigma, Failure Mode Effect Analysis (FMEA), DMAIC, Deffect Per Million Opportunites
(DPMO)
Tidak tersedia versi lain