Tugas Akhir Sarjana
USULAN PENINGKATAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI CACAT PADA PRODUK DOOR LINER DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT. JINWOO ENGINEERING INDONESIA
PT. Jinwoo Engineering Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai
komponen kulkas, salah satu produk yang dihasilkan adalah Door Liner. Door Liner berfungsi sebagai
lapisan pelindung bagian dalam pintu kulkas. Berdasarkan data perusahaan pada tahun 2024, tingkat cacat
produk Door Liner mencapai 7,9%, jauh di atas standar yang sudah di tetapkan perusahaan sebesar 2%.
Tingginya tingkat cacat ini berpengaruh terhadap kualitas produk, dan profitabilitas perusahaan. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat yang terjadi pada Door Liner, menghitung nilai
Defects Per Million Opportunities (DPMO) dan level sigma, serta merumuskan langkah perbaikan yang
tepat guna menurunkan tingkat cacat. Metode penelitian menggunkan Six Sigma dengan pendekatan
DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Tahap Define dilakukan dengan pemetaan proses
melalui diagram SIPOC dan identifikasi Critical to Quality (CTQ). Tahap Measure mencakup
penghitungan peta kendali p, nilai DPMO, dan level sigma. Tahap Analyze menggunakan Fishbone
Diagram dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat.
Tahap Improve merumuskan Action Planning for Failure Mode (APFM) sebagai usulan perbaikan,
sedangkan tahap Control memastikan keberlanjutan perbaikan yang diterapkan. Hasil penelitian
menunjukan adanya beberapa jenis cacat pada produk Door Liner yaitu cacat dented, bintik, line mark, no
clamp, tipis, burry, groove, dan hole. Cacat dominan terdapat pada cacat dented dengan persentase cacat
sebesar 36,34% yang disebabkan oleh faktor, material ABS Sheet kotor, mesin forming kotor, kesalahan
dalam penanganan, serta tidak adanya penyangga antar produk selama penyimpanan produk. Adapun nilai
DPMO awal sebesar 9.567 dengan level sigma 3, 84. Dari analisa yang sudah dilakukan usulan yang dapat
peneliti ajukan terkait permasalahan tingginya cacat dented pada produk Door Liner yaitu, cleaning ABS
Sheet sebelum masuk mesin forming, terapkan quick cleaning pada mesin forming setiap pergantian shift
produksi, operator training refreshement, serta visualisasi prosedur kerja di area produksi, dan tambahkan
bantalan busa antar produk selama penyimpanan produk.
Kata Kunci: Door Liner, ABS Sheet, DPMO, Six Sigma, Operator Training Refreshment, Quick Cleaning
Tidak tersedia versi lain