Tugas Akhir Sarjana
PERANCANGAN SEKOLAH ALAM TINGKAT DASAR DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK DI KOTA DEPOK
Kota Depok berperan sebagai kota penyangga yang menerima arus urbanisasi dari wilayah Jabodetabek. Pertumbuhan penduduk yang pesat mendorong meningkatnya kebutuhan sarana pendidikan, namun ketersediaan sekolah negeri dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Kelurahan Cinere menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi yaitu 5.504 orang belum sekolah. Hal ini menegaskan adanya kesenjangan antara kapasitas pendidikan dan pertumbuhan jumlah penduduk usia sekolah yang dipicu oleh urbanisasi. Dinas Pendidikan Kota Depok Respons kondisi ini melalui penguatan akses, kualitas, relevansi, dan tata kelola pendidikan, selaras dengan program Kemendikdasmen RI seperti digitalisasi sekolah, pembelajaran mendalam, sekolah model transformative, selain isu pendidikan, Depok juga menghadapi tekanan lingkungan akibat aktivitas domestik dan industri kecil-menengah yang belum sepenuhnya terkendali terhadap masalah lingkungan, pengelolaan sampah dan limbah yang kurang optimal menyebabkan penurunan kualitas udara, air, dan sanitasi, serta mengurangi ruang terbuka hijau. Kondisi ini membatasi kesempatan anak-anak untuk belajar melalui interaksi dengan alam. Oleh karena itu, diperlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan skala mikro agar peningkatan kualitas hidup tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga kesadaran ekologis masyarakat Kota Depok.
Kata Kunci: Saarana Pendidikan, Kesenjangan Pendidikan, Kecamatan Cinere.
Tidak tersedia versi lain