Tugas Akhir Sarjana
Pra Rancangan Pabrik Gliserol Karbonat Kapasitas 5000 Ton/Tahun
Gliserol karbonat adalah molekul bifungsional yang terdiri dari
gugus karbonat siklik dan gugus nukleofil hidroksimetil primer. Struktur
bifungsional gliserol karbonat memungkinkannya beroperasi sebagai
pelarut protik polar, aditif, monomer, dan zat antara. Selain itu, gliserol
karbonat bersifat non-korosif dan dapat digunakan sebagai pelumas,
kosmetik, atau pemlastis.
Gliserol karbonat (4-hidroksimetil-1,3-dioxolan-2-one)
merupakan senyawa turunan gliserol dengan banyak aplikasi. Ini adalah
prekursor untuk produksi glisidol, yang digunakan sebagai elastomer,
surfaktan, perekat, tinta, cat, pelumas, dan elektrolit. Ini juga berfungsi
sebagai perantara untuk polikarbonat, poliester, poliuretan, dan
poliamida. Saat ini di Indonesia belum ada pabrik yang memproduksi
Gliserol karbonat dan selama ini Indonesia hanya bisa mengimpor dari
luar negeri. Maka dari itu akan jadi peluang yang besar jika mendirikan
pabrik gliserol karbonat dengan kapasitas 5000 ton/tahun pendirian
pabrik dimulai tahun 2025 dan mulai beroperasi tahun 2027. Pembuatan
gliserol karbonat dengan 3 tahap yaitu persiapan bahan baku,
pembentukan gliserol karbonat kemudian pemisahan dan purifikasi.
Kebutuhan sarana penunjang (utilitas) pabrik gliserol Karbonat ini
diantaranya adalah kebutuhan Bahan bakar sebanyak 7223 L/jam,
kebutuhan air sebesar 27.357 m3/jam, kebutuhan listrik sebesar 14
kWh/hari, Bentuk badan hukum perusahaan ini adalah Perseroan
Terbatas (PT), dengan struktur organisasi yang dipakai adalah sistem garis dan staf. Perusahaan ini dipimpin oleh seorang direktur dengan
jumlah karyawan 217 orang. Karyawan terdiri dari karyawan shift dan
karyawan non-shift yang bekerja sesuai dengan jam kerja. Pabrik ini
beroperasi selama 330 hari dalam satu tahun. Hasil analisa ekonomi yang
dilakukan dengan suku bunga bank sebesar 8 % adalah sebagai berikut:
. Total Modal Investasi = Rp 2 Trilliun
a. Modal sendiri (56,67%) = Rp 1 Trilliun
b. Pinjaman Bank (41,33%) = Rp 854 Juta
c. Internal Rate of Return (IRR) = 56,60 %
d. Minimum Payback Period (MPP) = 2 tahun 7 bulan
e. Net Cash Flow at Present Value = Rp 9 trilliun
Berdasarkan hasil analisa ekonomi poin d, e dan f maka dapat
diambil kesimpulan bahwa pabrik gliserol karbonat layak untuk
didirikan.
Tidak tersedia versi lain