Pra-Rancangan Pabrik Asetaldehid dari Etanol menggunakan Proses Dehidrogenasi dengan Kapasitas 8.000 Ton/Tahun | Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia
Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia

Collection Detail

No image available for this title
Tugas Akhir Sarjana

Pra-Rancangan Pabrik Asetaldehid dari Etanol menggunakan Proses Dehidrogenasi dengan Kapasitas 8.000 Ton/Tahun

Wilada Nafi Royani - Nama Orang; Anita Sari - Nama Orang; Prof. Dr. Ir. Joelianingsih, M.T., IPM. - Nama Orang;

Asetaldehid merupakan senyawa yang penting. Sampai saat ini untuk mencukupi
kebutuhan akan asetaldehid, masih harus mendatangkan dari luar negeri melalui import.
Sedangkan beberapa sektor industri juga menggunakan asetaldehid untuk bahan bakunya.
Asetaldehid digunakan sebagai pelarut dalam produksi karet, penyamakan kulit, dalam
industri kertas, bahan pengawet buah dan ikan, sebagai bahan tambahan rasa, sebagai zat
yang digunakan dalam denaturasi alkohol, dan dalam komposisi bahan bakar. Pada tahun
2028 diproyeksikan bahwa permintaan Asetaldehid di Indonesia mencapai 10.028,87
ton/tahun. Sedangkan untuk penawaran itu sendiri hanya dari impor yaitu sebesar
1.151,88 ton/tahun. Dengan pendirian pabrik PT. ACTD Indonesia ini bisa dipastikan
kebutuhan dalam negeri akan terpenuhi.
Perancangan pabrik asetaldehid dengan kapasitas 8.000 ton/tahun ini bertujuan
untuk ekspor. Bahan baku utama yang digunakan adalah etanol yang dilakukan dengan
proses dehidrogenerasi. Proses produksi terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan
bahan baku, proses reaksi dehidrogenerasi etanol dan tahap pemurnian produk. Reaktor
yang digunakan untuk reaksi adalah Fixed Bed Multitube pada tekanan 1,5 atm dan suhu
280°C dengan katalis CuSn.
Dalam proses produksi asetaldehid dibutuhkan berbagai sarana penunjang, antara
lain kebutuhan air bersih sebanyak 2.647,69 kg/jam untuk proses start-up dan 1.299,84
kg/jam untuk proses kontinyu yang berasal dari sungai bengawan solo yang sudah
diproses. Sedangkan untuk kebutuhan listrik sebesar 216,743 Hp/hari; dan kebutuhan
bahan bakar solar sebesar 571,812 liter/hari.
Pabrik asetaldehid ini merupakan perusahaan berbadan hukum Perseroan Terbatas
(PT) ACTD Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Utama dengan jumlah karyawan
sebanyak 143 pegawai. Berdasarkan analisis ekonomi yang telah dilakukan diperoleh
hasil berikut:
1. Total Capital Investment = Rp 741.434.363.572,-
2. Pinjaman Bank = Rp 281.674.587.056
Suku Bunga = 8,5%
Periode Pinjaman = 5 Tahun
3. Break Event Point tahun pertama = 45,53%
4. Minimum Payment Periode = 4 Tahun 10 Bulan
5. Internal Return Ratio = 30,51%
Berdasarkan Analisa ekonomi, maka pabrik asetaldehid dengan proses
dehidrogenerasi etanol ini feasible (layak) didirikan.

Ketersediaan
#LokasiNo. PanggilKode EksemplarStatus
1Perpustakaan ITITK 2026 012TK2026012Tersedia
2Perpustakaan ITITK 2026 012TK2026012-CDTersedia
Informasi Detail
Judul Seri -
No. Panggil TK 2026 012
Penerbit TEKNIK KIMA (2026)
Deskripsi Fisik -
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN -
Klasifikasi NONE
Tipe Isi -
Tipe Media -

Tidak Ada Data


Chat via WhatsApp
Menu