Ewitha Nurulhuda - Nama Orang; Ir. Abi Maulana Hakim, S.T., M.T. - Nama Orang;
Bangunan perguruan tinggi merupakan infrastruktur penting yang harus memiliki
ketahanan memadai terhadap gempa bumi, mengingat fungsinya sebagai pusat
pendidikan dan aktivitas publik. Institut Teknologi Indonesia (ITI) termasuk ke dalam
kategori risiko tinggi menurut SNI 1726:2019, sehingga evaluasi awal terhadap
keamanan struktur menjadi hal yang penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi kerentanan seismik dan respons dinamis bangunan di kawasan ITI.
Pengukuran dilakukan di beberapa titik, baik di dalam maupun di sekitar bangunan, dan
dianalisis menggunakan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk
menentukan frekuensi natural dan faktor amplifikasi tanah, serta Floor Spectral Ratio
(FSR) untuk mengevaluasi respons vertikal antar lantai. Hasil HVSR menunjukkan
frekuensi natural tanah berkisar 0,63–12,54 Hz dengan faktor amplifikasi sedang (1,5–
3,04), serta indeks kerentanan seismik tertinggi berada di sisi selatan kampus. Indeks
resonansi mengidentifikasi Gedung F memiliki risiko resonansi tinggi. Analisis FSR
memperlihatkan peningkatan amplitudo getaran pada lantai atas, dengan respons dominan
di sekitar 5 Hz yang menunjukkan mode getar fundamental bangunan. Perhitungan
percepatan lantai menggunakan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) sebesar 1,51 gal
menunjukkan Gedung F memiliki percepatan tertinggi hingga 58,59 gal. Penelitian ini
menjadi gambaran awal yang penting untuk mendukung perencanaan dan perkuatan
bangunan agar lebih tahan terhadap gempabumi di kawasan kampus ITI.
| # | Lokasi | No. Panggil | Kode Eksemplar | Status |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Perpustakaan ITI | SP 2026 019 | SP2026019 | Tersedia |
| 2 | Perpustakaan ITI | SP 2026 019 | SP2026019-CD | Tersedia |
Tidak Ada Data