Tugas Akhir Sarjana
PRA RANCANGAN PABRIK ASAM SITRAT DARI JAGUNG KAPASITAS 20.000 TON/TAHUN
Pra-rancangan pabrik asam sitrat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan asam sitrat
yang memiliki peran penting sebagai bahan baku di berbagai sektor, seperti industri makanan
dan minuman, farmasi, bahan kimia, dan industri logam. Indonesia hingga kini masih
mengandalkan impor asam sitrat dalam jumlah besar, sehingga pendirian pabrik ini diharapkan
dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor dan meningkatkan kemandirian industri
nasional. Berdasarkan data dari Kementrian Perdagangan Indonesia, terdapat 25535.53
ton/tahun kebutuhan asam sitrat yang belum terpenuhi. Jumlah tersebut menjadi peluang pasar
terbuka seiring dengan meningkatnya konsumsi dalam negeri. Pabrik dirancang untuk mengisi
kekosongan pasokan domestik dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 ton/tahun, yang
diharapkan mampu menutupi sebagian besar kebutuhan pasar lokal. Bahan baku utama yang
digunakan dalam proses produksi ini adalah glukosa dari jagung dan Aspergillus niger. Jagung
dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dari petani lokal Tuban dan Aspergillus niger
dipilih karena efisiensinya dalam proses produksi asam sitrat. Pada perancangan pabrik ini,
proses produksi yang dipilih adalah proses submerged fermentation culture. Secara garis besar,
proses melibatkan tahap pembuatan glukosa dengan reaksi hidrolisis dari pati jagung menjadi
glukosa pada suhu 95°C & 60°C secara bergantian pada tekanan 1 atm. Glukosa difermentasi
dengan Aspergillus niger selama 120 jam 30°C tekanan 1 atm, menghasilkan asam sitrat yang
kemudian dimurnikan melalui tahapan penyaringan, evaporasi dan kristalisasi. Proses ini
didukung oleh unit-unit utilitas seperti penyediaan air, air pendingin, bahan bakar, serta
pengolahan limbah. Berdasarkan hasil analisis finansial, pendirian pabrik ini dinyatakan layak
secara ekonomi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Net Cash Flow Present Value (NCFPV) sebesar
Rp 143.032.870.484 pada tahun ke-10, mencerminkan keuntungan bersih yang signifikan.
Nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 77,50% jauh melebihi suku bunga bank sebesar
10%, menandakan efisiensi investasi yang tinggi. Serta Minimum Payback Period (MPP)
tercapai dalam waktu 1 tahun 2bulan.
Tidak tersedia versi lain