Pengaruh Suhu Pengeringan Spray Drying terhadap Mutu Yoghurt Powder | Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia
Perpustakaan Institut Teknologi Indonesia

Collection Detail

No image available for this title
Tugas Akhir Sarjana

Pengaruh Suhu Pengeringan Spray Drying terhadap Mutu Yoghurt Powder

Seto Suryo Suwasono - Nama Orang; Ir. Syahril Makosim, M.Si., IPM - Nama Orang; Dra. Ir. Setiarti Sukotjo, M.Sc., IPU - Nama Orang;

Masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pola makan sehat mendorong
permintaan terhadap industri makanan untuk mengembangkan makanan yang tidak hanya
enak, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satu produk makanan yang
menjadi perhatian adalah yoghurt, karena kandungan bakteri asam laktat dan nutrisinya
yang baik untuk sistem pencernaan. Namun, yoghurt segar memiliki keterbatasan dalam
hal penyimpanan dan distribusi, karena mudah rusak dan memerlukan penyimpanan
dengan pendingin yang mahal. Oleh karena itu, industri makanan perlu melakukan
inovasi dengan mengembangkan yoghurt dalam bentuk powder yang lebih praktis untuk
diaplikasikan ke berbagai macam produk makanan, tanpa mengorbankan nilai gizi dan
manfaat kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu pengeringan
terbaik yang memengaruhi mutu dari yoghurt powder. Jenis penelitian ini adalah
eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk
menganalisis hasil pengujian organoleptik dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk
menganalisis hasil pengujian kadar air dan pengujian mikrobiologi. Taraf suhu
pengeringan yang digunakan adalah A1 = 65oC, A2 = 70oC, A3 = 75oC dan A4 = 80oC.
Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), dan dilanjutkan uji lanjut
apabila hasil Analisis Sidik Ragam berpengaruh nyata terhadap mutu yoghurt powder.
Hasil pengujian organoleptik rasa dan aroma tidak berbeda nyata. Perlakuan pengeringan
terbaik adalah pada suhu 70oC. Produk terbaik memiliki penilaian panelis dengan ratarata nilai kesukaan rasa 5,07 dan kesukaan aroma 5,07, nilai rata-rata kadar air 4,82%,
serta jumlah bakteri asam laktat 4,94 log CFU/g sebelum rehidrasi dan 5,88 log CFU/g
setelah rehidrasi.
Kata kunci: Yoghurt, suhu pengeringan, bakteri asam laktat

Ketersediaan
#LokasiNo. PanggilKode EksemplarStatus
1Perpustakaan ITITIP 2026 009TIP2026009Tersedia
2Perpustakaan ITITIP 2026 009TIP2026009-CDTersedia
Informasi Detail
Judul Seri -
No. Panggil TIP 2026 009
Penerbit TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN (2026)
Deskripsi Fisik -
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN -
Klasifikasi NONE
Tipe Isi -
Tipe Media -

Tidak Ada Data


Chat via WhatsApp
Menu