Tugas Akhir Sarjana
Pengaruh Suhu Pengeringan Spray Drying terhadap Mutu Yoghurt Powder
Masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pola makan sehat mendorong
permintaan terhadap industri makanan untuk mengembangkan makanan yang tidak hanya
enak, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satu produk makanan yang
menjadi perhatian adalah yoghurt, karena kandungan bakteri asam laktat dan nutrisinya
yang baik untuk sistem pencernaan. Namun, yoghurt segar memiliki keterbatasan dalam
hal penyimpanan dan distribusi, karena mudah rusak dan memerlukan penyimpanan
dengan pendingin yang mahal. Oleh karena itu, industri makanan perlu melakukan
inovasi dengan mengembangkan yoghurt dalam bentuk powder yang lebih praktis untuk
diaplikasikan ke berbagai macam produk makanan, tanpa mengorbankan nilai gizi dan
manfaat kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu pengeringan
terbaik yang memengaruhi mutu dari yoghurt powder. Jenis penelitian ini adalah
eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk
menganalisis hasil pengujian organoleptik dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk
menganalisis hasil pengujian kadar air dan pengujian mikrobiologi. Taraf suhu
pengeringan yang digunakan adalah A1 = 65oC, A2 = 70oC, A3 = 75oC dan A4 = 80oC.
Data dianalisis menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), dan dilanjutkan uji lanjut
apabila hasil Analisis Sidik Ragam berpengaruh nyata terhadap mutu yoghurt powder.
Hasil pengujian organoleptik rasa dan aroma tidak berbeda nyata. Perlakuan pengeringan
terbaik adalah pada suhu 70oC. Produk terbaik memiliki penilaian panelis dengan ratarata nilai kesukaan rasa 5,07 dan kesukaan aroma 5,07, nilai rata-rata kadar air 4,82%,
serta jumlah bakteri asam laktat 4,94 log CFU/g sebelum rehidrasi dan 5,88 log CFU/g
setelah rehidrasi.
Kata kunci: Yoghurt, suhu pengeringan, bakteri asam laktat
Tidak tersedia versi lain